KLIKFAKTA38 – YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN — Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial NB di area ruko A dan B distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan 22 September 2026 pukul 16.25 WIT. Penangkapan ini merupakan buntut dari pengusutan kasus penembakan maut terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tersangka NB diketahui merupakan anggota KKB Batalyon Yamue di bawah naungan Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka. Penangkapan yang berlangsung sukses ini dikonfirmasi oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo.
“NB diamankan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan intensif terkait penembakan yang terjadi di wilayah hukum Polres Yahukimo,” ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam keterangannya.
Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti
Penangkapan NB berawal dari penyelidikan mendalam atas Laporan Polisi Nomor LP/B/24/IV/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua tertanggal 27 April 2026.
Saat dilakukan penggeledahan di lokasi penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa tiga butir amunisi tajam kaliber 5,56 milimeter. Amunisi senjata api tersebut disembunyikan tersangka di dalam noken (tas tradisional Papua).
Tersangka NB diduga kuat terlibat dalam dua aksi teror penembakan yang melanda wilayah Dekai pada 27 April 2026 lalu:
Penembakan Mobil Mobil Grand Max: Aksi penembakan menyasar mobil operasional berwarna putih di sekitar Jembatan Kali Biru, Jalan Kurima. Aksi penyerangan ini mengakibatkan seorang konsultan BPKAD berstatus ASN Kabupaten Yahukimo berinisial RK gugur akibat luka tembak.
Penembakan Mobil Fortuner: Di lokasi yang sama, kelompok pelaku juga melancarkan tembakan ke arah mobil Toyota Fortuner berwarna silver.
Proses Hukum dan Imbauan Keamanan
Saat ini, tersangka NB telah digelandang ke Mapolres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan intensif guna membongkar jaringan penembakan lain serta keberadaan anggota KKB pimpinan Kopi Tua Heluka lainnya.
Pihak aparat menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara terukur dan terarah untuk menjamin keselamatan masyarakat sipil.
“Setiap dugaan tindak pidana yang mengancam keselamatan masyarakat maupun mengakibatkan korban jiwa akan kami tindak tegas melalui legal proses yang berlaku,” pungkas pihak kepolisian.
Abduh Hanif MR
















