KLIKFAKTA38 – PURWAKARTA — Kecelakaan lalu lintas beruntun kembali terjadi di ruas Tol Purbaleunyi (Cipularang) KM 91+900 jalur B arah Bandung menuju Jakarta pada Rabu 7 Oktober 2026 sekitar pukul 13.17 WIB. Insiden maut yang terjadi pada siang hari ini melibatkan sedikitnya 15 kendaraan, mulai dari truk muatan berat, kendaraan pribadi, hingga armada angkutan umum.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak Kepolisian Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cipularang, kecelakaan diduga berawal dari satu unit truk kontainer yang mengalami gangguan sistem pengereman (rem blong) saat melintasi jalur menurun.
Truk yang melaju tak terkendali tersebut kemudian menghantam deretan kendaraan di depannya yang sedang mengurangi kecepatan akibat kepadatan arus.
“Kendaraan melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Setibanya di lokasi kejadian yang berskontur jalan menurun, pengemudi diduga tidak dapat menguasai laju kendaraan akibat masalah pengereman, sehingga menabrak secara beruntun kendaraan yang berada di lajurnya,” ujar perwakilan kepolisian di lokasi kejadian.
Benturan keras tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami rusak berat, saling tumpuk, hingga menutupi seluruh lajur lalu lintas. Petugas gabungan dari Jasa Marga, Kepolisian, dan tim medis langsung dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memproses evakuasi korban serta kendaraan yang melintang di jalan.
Para korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di wilayah Purwakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban jiwa maupun luka-luka masih dalam proses pendataan secara intensif oleh pihak kepolisian dan pengelola jalan tol.
Akibat musibah ini, arus kendaraan menuju arah Jakarta sempat mengalami kemacetan panjang hingga beberapa kilometer. Pihak Jasa Marga bersama kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus keluar ke Pintu Tol Cikamuning guna mengurai penumpukan kendaraan. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kelaikan jalan kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melintasi ruas tol dengan kontur jalan menurun.
Abduh Hanif MR


















