KLIKFAKTA38 – NAGOYA, KOMPAS.com — Atlet para-atletik Indonesia, Karisma Evi Tiarani, sukses menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Rabu (21/10/2026) pagi. Evi keluar sebagai yang tercepat pada nomor lari 100 meter putri klasifikasi T63 di Nagoya City Mizuho Athletic Stadium, Jepang.
Tampil solid sejak awal perlombaan, sprinters berusia 25 tahun tersebut mencatatkan waktu 14,59 detik. Ia berhasil mengungguli dua pelari tuan rumah Jepang yang harus puas mengamankan medali perak dan perunggu di hadapan pendukungnya sendiri.
Keberhasilan Evi menjadi emas kelima bagi kontingen Merah Putih di ajang Asian Para Games 2026. Bagi Evi pribadi, medali emas ini sekaligus melengkapi pencapaiannya setelah sebelumnya berhasil meraih medali perunggu di nomor lompat jauh putri klasifikasi T42/T44/T61/T62/T63/T64.
Kendati berhasil berdiri di podium tertinggi, Evi mengaku penampilannya masih memerlukan evaluasi karena catatan waktunya belum berhasil melampaui rekor pribadi terbaiknya.
“Sebenarnya masih agak kurang puas karena belum bisa pecah rekor pribadi, tapi tetap harus disyukuri. Yang penting saat ini bisa memenuhi target yaitu memberikan yang terbaik,” ujar Evi usai perlombaan.
Pencapaian dua medali di Aichi-Nagoya ini pun diakui Evi melampaui target awal kontingen. Secara emosional, Evi mendedikasikan keberhasilannya untuk mendiang pelatih kepala para-atletik, Slamet Widodo, yang wafat beberapa hari sebelum keberangkatan kontingen ke Jepang, serta untuk keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia.
Usai menuntaskan perjuangannya di Asian Para Games 2026, Evi menyatakan bakal langsung mengalihkan fokus dan persiapan untuk memburu tiket ke panggung Paralimpiade Los Angeles 2028.
Tambahan emas dari cabang para-atletik ini memperkuat posisi Indonesia di jajaran papan atas perolehan medali sementara Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Yuyun Iriyanti
















