KLIKFAKTA38 – PALEMBANG 22 Oktober 2026 — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dilaporkan semakin tebal. Kondisi ini memicu jarak pandang terbatas di area pemukiman dan akses jalan utama, serta berdampak langsung pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pemantauan di kawasan Kota Palembang dan sekitarnya, pekatnya kabut asap tampak menyelimuti area perkotaan sejak pagi hari. Sejumlah ruas jalan utama ditutupi asap tebal hingga mengganggu jarak pandang kendaraan. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa melambatkan laju kendaraan dan menyalakan lampu utama untuk menjaga keselamatan.
Gangguan Kesehatan dan Kualitas Udara
Dampak asap pekat mulai dikeluhkan secara masif oleh warga. Banyak warga melaporkan gejala iritasi mata perih, sesak napas, batuk, hingga flu setelah terpapar udara terbuka.
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah terdampak sempat menunjukkan peningkatan kadar konsentrasi partikul PM 25 yang mengindikasikan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penderita penyakit pernapasan.
“Asap makin tebal dan terasa perih di mata kalau keluar rumah. Napas juga jadi terasa agak sesak,” ujar salah satu warga di Palembang.
Upaya Pemadaman dan Modifikasi Cuaca
Petugas gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Polri terus melakukan pemadaman baik melalui operasi darat di lahan gambut maupun operasi udara (water bombing). Sejumlah wilayah fokus pemadaman meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Muara Enim.
Selain pemadaman langsung, upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berupa penyemaian awan (dry ice dan NaCl) disiagakan guna merangsang pertumbuhan hujan dan mengurangi kepekatan asap di atmosfer.
Masyarakat diimbau untuk senantiasa mengenaikakan masker pelindung standar saat beraktivitas di luar ruangan, menguraikan kegiatan di luar rumah, serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun demi mencegah perluasan titik api.
Abduh HMR

















