KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Figur publik Vicky Prasetyo kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, ia diterpa isu miring terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana senilai Rp700 juta. Seorang wanita bernama Nunun Lusida muncul ke publik dengan klaim bahwa uang tabungan masa tuanya dipinjam oleh Vicky untuk modal politik, namun tak kunjung dikembalikan hingga kini.
Kronologi: Janji “Tiga Hari” yang Menahun
Kasus ini bermula pada Januari 2024, menjelang perhelatan Pilkada serentak. Menurut penuturan Nunun dalam konferensi pers di kawasan Jatinegara (16/2/2026), Vicky menjanjikan akan menggandeng suami Nunun (saat itu) sebagai calon Wakil Bupati Bandung Barat.
Nilai Pinjaman: Rp700.000.000,- (Tujuh ratus juta rupiah).
Modus: Vicky meminta dana tersebut sebagai modal awal perjuangan politik.
Janji Manis: Vicky mengklaim akan mengembalikan uang tersebut hanya dalam waktu tiga hari.
Namun, kenyataan berkata lain. Hingga Februari 2026—hampir dua tahun berlalu—dana tersebut dilaporkan belum juga kembali ke tangan pemiliknya.
Baca juga: DAMRI Resmi Operasikan Rute Jakarta–Bali via Tol Trans Jawa, Tarif Mulai Rp500 Ribuan
Dampak Nyata: Rumah Tangga Hancur dan Tekanan Hidup
Sambil menahan tangis, Nunun mengungkapkan bahwa kerugian ini tidak hanya bersifat materi. Ia mengaku rumah tangganya berantakan hingga berujung pada perceraian akibat masalah keuangan ini.
”Saya korbankan tabungan masa tua demi mendukung suami saat itu. Sekarang rumah tangga saya hancur, dan saya kesulitan memikirkan biaya hidup sehari-hari,” ungkap Nunun.
Langkah Hukum dan Kontradiksi Gaya Hidup
Kuasa hukum Nunun, James Salamat Tambunan, menyatakan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi dan sebelumnya melaporkan kasus ini ke Polres Cimahi. Mereka menjerat Vicky dengan dugaan pelanggaran Pasal 372 (Penggelapan) dan Pasal 378 (Penipuan) KUHP.
Pihak korban juga menyoroti gaya hidup mewah yang dipamerkan Vicky di media sosial. Di tengah proses penagihan yang alot, Vicky terlihat aktif membuka bisnis baru dan membeli properti bernilai miliaran rupiah, yang dinilai kontras dengan tanggung jawab utangnya














