KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi memulai rangkaian kunjungan kenegaraan strategis ke Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin [16/2/2026]. Lawatan ini bertujuan untuk memperkokoh hubungan bilateral serta melakukan negosiasi ekonomi krusial langsung dengan Presiden AS Donald Trump.
Didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Negara bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat kepresidenan. Keberangkatan ini menandai langkah proaktif diplomasi Indonesia dalam menavigasi dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Agenda Utama: Kesepakatan Dagang Resiprokal
Fokus utama dari kunjungan ini adalah penandatanganan pakta perdagangan timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Perjanjian ini merupakan hasil negosiasi panjang untuk menekan tarif produk ekspor Indonesia yang sebelumnya terancam mengalami kenaikan signifikan di pasar Amerika Serikat.
”Presiden menekankan bahwa setiap posisi yang diambil dalam perundingan harus memberikan manfaat terbaik bagi kepentingan nasional dan memperkuat fondasi industri dalam negeri,” ujar Sekretaris Kabinet dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: DAMRI Resmi Operasikan Rute Jakarta–Bali via Tol Trans Jawa, Tarif Mulai Rp500 Ribuan
Menghadiri Rapat Perdana “Board of Peace”
Selain urusan ekonomi, Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam pertemuan perdana Board of Peace (Dewan Perdamaian) pada 19 Februari 2026. Kehadiran Indonesia dalam forum bentukan Presiden Trump ini menegaskan posisi Jakarta sebagai pemain kunci dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.














