KLIKFAKTA38 – NIAS UTARA, Forum Mahasiswa Nias Utara (FORMANISUT) mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Utara agar tidak menutup mata terhadap kondisi ruas jalan Simpang Bogali menuju Botombawö yang dinilai membutuhkan perhatian serius dan peningkatan infrastruktur.
Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum FORMANISUT, Kemurnian Zega, kepada awak media, Kamis (1/10/2026). Ia meminta pemerintah menjadikan pembangunan ruas jalan tersebut sebagai salah satu perhatian dalam penyusunan kebijakan dan alokasi anggaran infrastruktur.
Menurut Kemurnian, kondisi jalan tersebut memiliki arti strategis bagi masyarakat karena menghubungkan wilayah Kecamatan Sitölu Öri dengan Kecamatan Sawö. Selain menjadi akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, ruas tersebut juga disebut dapat menjadi jalur alternatif dari arah Gunungsitoli menuju Lotu, ibu kota Kabupaten Nias Utara.
“Ini sangat miris. Bagaimana mungkin material berton-ton diangkut untuk kepentingan proyek lain, sementara kondisi jalan yang dilalui masyarakat di wilayah ini masih sangat tidak layak,” ujar Kemurnian.
Ia juga menyoroti aktivitas pengangkutan material konstruksi dari wilayah Sitölu Öri, termasuk material dari Stone Crusher milik CV. UTAMA, yang menurutnya turut menjadikan kualitas dan kapasitas ruas jalan tersebut sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Wilayah Sitölu Öri merupakan salah satu daerah penghasil material konstruksi. Karena itu, pemerintah seharusnya melihat kebutuhan pembangunan jalan ini secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi pengangkutan material, tetapi juga dari kepentingan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut,” katanya.
FORMANISUT menilai pembangunan infrastruktur jalan tidak semata-mata berkaitan dengan kelancaran mobilitas kendaraan, tetapi juga menyangkut akses ekonomi masyarakat, distribusi hasil usaha, konektivitas antarkecamatan, serta pemerataan pembangunan.
Kemurnian berharap aspirasi tersebut menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan, baik melalui anggaran Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, maupun dukungan pemerintah pusat.
“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton ketika aktivitas ekonomi berlangsung di daerahnya, sementara akses jalan yang mereka gunakan sehari-hari tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Kami berharap pemerintah hadir dan memberikan solusi konkret,” tegasnya.
FORMANISUT juga mendorong agar kondisi ruas jalan Simpang Bogali–Botombawö dapat ditinjau langsung oleh pemerintah dan instansi teknis terkait, sehingga kebutuhan penanganannya dapat dinilai berdasarkan kondisi faktual di lapangan serta disesuaikan dengan kemampuan dan prioritas anggaran daerah.
Helpin Zebua















