KLIKFAKTA38 – BOGOR — Kabel udara yang terpasang di jalur pedestrian Sistem Satu Arah (SSA), tepatnya di seberang Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, mengeluarkan percikan api pada Selasa 22 September 2026. Peristiwa yang terjadi di kawasan pusat kota tersebut sempat menarik perhatian para pejalan kaki dan pengguna jalan yang melintas.
Menurut keterangan warga dan pedagang di sekitar lokasi, percikan api pertama kali terlihat muncul dari tumpukan kabel yang melintas di atas trotoar. Percikan tersebut diselingi suara letupan kecil serta kepulan asap tipis.
Penyebab Percikan Api
Berdasarkan penjelasan awal dari pihak terkait dan penanganan di lapangan, ada beberapa faktor yang memicu timbulnya percikan api pada jaringan kabel tersebut:
Gesekan dan Kerusakan Isolasi Kabel: Penumpukan kabel yang cukup padat dan menjuntai rentan mengalami gesekan akibat angin atau gesekan antar-kabel, sehingga lapisan pembungkus (isolasi) mengelupas.
Korsleting Listrik (Korsleting Arus Pendek): Terkelupasnya isolasi menyebabkan kawat penghantar saling bersentuhan atau terkena rembesan air, sehingga memicu arus pendek yang menimbulkan percikan api.
Beban Berlebih (Overload): Banyaknya jalur kabel komunikasi/internet (utilitas) yang menumpuk pada satu tiang meningkatkan risiko panas berlebih (overheating) pada titik sambungan.
Penanganan Cepat di Lapangan
Petugas gabungan dari dinas terkait bersama tim teknis penyedia utilitas langsung bergerak ke lokasi usai menerima laporan masyarakat. Arus lalu lintas di sekitarnya sempat diatur agar tidak menimbulkan kemacetan saat proses lokalisir dilakukan.
Petugas segera melakukan pemutusan arus pada jalur terdampak serta merapikan bentangan kabel yang rusak untuk mengantisipasi potensi bahaya berulang. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material berlebih dalam insiden ini, dan jalur pedestrian SSA kini sudah kembali aman untuk dilalui masyarakat. Pemkot Bogor terus mengimbau pengelola utilitas untuk rutin melakukan pemeliharaan berkala guna menjaga keselamatan publik di ruang publik.
Yuyun Iriyanti

















