Menu ✖

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun per Agustus 2026, Mesin Pertumbuhan Makin Moncer

badge-check

Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun per Agustus 2026, Mesin Pertumbuhan Makin Moncer Perbesar

KLIKFAKTA38 – JAKARTA 6 Oktober 2026 — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang impresif hingga Agustus 2026. Bank syariah terbesar di Indonesia ini sukses membukukan laba bersih sebesar Rp5,30 triliun, atau tumbuh 10,07% secara tahunan (year on year/YoY).

Capaian ini didorong oleh ekspansi bisnis yang berkualitas, penguatan dana murah, akselerasi pembiayaan, serta melesatnya kontribusi bisnis emas dan fee-based income.

Indikator Utama Kinerja Keuangan BSI (Hingga Agustus 2026)

Indikator Keuangan Capaian Kinerja Pertumbuhan (YoY)

Laba Bersih Rp5,30 Triliun +10,07%

Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp389 Triliun +17,71%

Dana Murah (CASA) Rp246 Triliun Mendorong porsi CASA makin kokoh

Total Pembiayaan Rp344 Triliun +16,21%

Fee Based Income (FBI) Rp5,6 Triliun +36,27%

Non-Performing Financing (NPF) Gross 1,8% Terjaga di level sehat

Cost of Fund (CoF) 2,30% Turun 37 bps

Struktur Pendanaan Efisien dan Intermediasi Agresif

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan bahwa transformasi bisnis perseroan telah menghasilkan pertumbuhan yang seimbang di seluruh lini.

Penguatan CASA & Efisiensi Biaya: Pertumbuhan DPK sebesar 17,71% ditopang utama oleh tabungan yang mencapai Rp171 triliun. Keberhasilan menggaet dana murah ini menekan Cost of Fund (CoF) turun 37 bps menjadi 2,30%, memberikan efisiensi biaya dana yang signifikan.

Pembiayaan Berkualitas: Penyaluran pembiayaan tumbuh agresif 16,21% YoY menjadi Rp344 triliun. Kualitas aset tetap terjaga aman dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross di level rendah 1,8%.

Diversifikasi Pendapatan Non-Pembiayaan: Lonjakan Fee Based Income hingga 36,27% menjadi Rp5,6 triliun terutama ditopang oleh kinerja bisnis treasury dan transaksi emas, yang mendorong fee-based ratio naik ke level 23,07%.

BSI optimistis momentum positif ini akan berlanjut hingga akhir kuartal IV 2026 melalui optimalisasi ekosistem haji-umrah, pembiayaan konsumer berbasis underlying yang kuat, serta penguatan transaksi digital berbasis aplikasi.

 

Abduh Hanif MR

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Paripurna DPR Ketok Palu UU SDI dan Setujui RUU Perampasan Aset Jadi Usul Inisiatif

7 Okt 2026 - 01:33 WIB

Paripurna DPR Ketok Palu UU SDI dan Setujui RUU Perampasan Aset Jadi Usul Inisiatif

Massa Buruh Padati Kawasan Sudirman, Akses Menuju Bundaran HI Ditutup Sementara

7 Okt 2026 - 01:31 WIB

Massa Buruh Padati Kawasan Sudirman, Akses Menuju Bundaran HI Ditutup Sementara

Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim Tahap II Berlaku Mulai 1 Oktober 2026, Ini Rincian Fasilitasnya

7 Okt 2026 - 01:28 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim Tahap II Berlaku Mulai 1 Oktober 2026, Ini Rincian Fasilitasnya

Asri Ludin Tambunan Gandeng Kejari Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah

6 Okt 2026 - 22:52 WIB

Asri Ludin Tambunan Gandeng Kejari Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah

Borong 5 Gol Lawan Bangladesh, Mitchell Baker Bawa Timnas Indonesia ke Final Lawan Thailand

6 Okt 2026 - 16:31 WIB

Borong 5 Gol Lawan Bangladesh, Mitchell Baker Bawa Timnas Indonesia ke Final Lawan Thailand
Trending di Fakta Utama