KLIKFAKTA38 – LOMBOK TENGAH, NTB — Pembalap muda berbakat asal Spanyol, Máximo Quiles, resmi menyegel gelar Juara Dunia Moto3 2026 usai tampil dominan dan mengamankan podium pertama pada Seri Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).
Rider bernomor motor 28 dari tim CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut berhasil mengunci mahkota juara meski musim kejuaraan dunia masih menyisakan lima seri balapan.
Dominasi Sejak Awal Balapan
Memulai balapan dari baris kedua (posisi start ke-6), Quiles langsung melesat dan mengambil alih pimpinan balapan di putaran-putaran awal. Pembalap berusia 18 tahun itu tampil tanpa celah dan perlahan menciptakan jarak aman hingga 2,6 detik atas rival terdekatnya, David Almansa.
Quiles menyentuh garis finis di posisi terdepan tanpa mendapat ancaman berarti. Dengan tambahan 25 poin dari GP Indonesia, Quiles kini mengoleksi total 351 poin. Jumlah tersebut tidak lagi mampu dikejar oleh David Almansa di posisi kedua klasemen (219 poin) dengan selisih 132 angka, mengingat poin maksimal yang tersisa di lima seri balapan berikutnya hanya 125 angka.
Perjalanan Musim Spektakuler
Keberhasilan Quiles mengunci gelar di Indonesia menegaskan dominasinya sepanjang musim 2026. Musim ini menjadi tahun keduanya bertarung di kelas Moto3.
Dari 17 seri yang telah berlangsung, Quiles mencatatkan rekor impresif:
10 Kemenangan dari 17 balapan.
15 Podium sepanjang musim.
Finis terburuk hanya di posisi ke-11 (GP Italia).
Kejutan Pembalap Tuan Rumah
Sementara itu, perayaan kemenangan Quiles di Mandalika juga diwarnai aksi memukau dari pembalap tuan rumah, Veda Ega Pratama. Berstatus sebagai local hero, Veda sempat memberikan perlawanan sengit hingga menembus posisi kedua (P2) di tengah balapan sebelum akhirnya menyentuh garis finis di urutan keenam (P6).
Kemenangan Quiles sekaligus mempertegas posisi Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika sebagai salah satu venue krusial dalam kalender MotoGP yang kerap menjadi panggung penentuan gelar juara dunia.

















