KLIKFAKTA38 – RIYADH, 11 Oktober 2026 — Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, dihantam serangan rudal yang diduga dilancarkan oleh kelompok milisi Houthi asal Yaman. Insiden berdarah yang terjadi pada Sabtu tengah hari waktu setempat ini mengakibatkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 309 orang lainnya mengalami luka-luka.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengonfirmasi bahwa korban tewas mencakup empat warga negara Arab Saudi serta delapan warga negara asing (WNA), di antaranya merupakan warga negara Amerika Serikat dan Mesir.
Kronologi dan Kondisi di Lokasi
Serangan diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Ledakan keras menghantam area kompleks bandara, memicu kepanikan di kalangan penumpang dan staf penerbangan.
Sejumlah saksi mata melaporkan kerusakan cukup signifikan pada struktur gedung terminal penerbangan. Tim medis dan armada darurat dikerahkan ke lokasi untuk memindahkan para korban luka menggunakan helikopter dan ambulans ke beberapa rumah sakit terdekat di kawasan Riyadh. Sebagian korban dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.
Akibat insiden tersebut, operasional penerbangan di Bandara Internasional King Khalid sempat disetop sementara untuk proses evakuasi, pembersihan puing, dan pengamanan area.
Respon Internasional dan Langkah Keamanan
Beberapa kedutaan besar negara asing di Riyadh langsung mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) yang meminta warga negara mereka untuk menjauhi kawasan bandara serta meningkatkan kewaspadaan.
Presiden Amerika Serikat menyatakan pihaknya memantau ketat perkembangan situasi dan mempertimbangkan opsi tindakan lebih lanjut menyusul adanya warga negara AS yang turut menjadi korban jiwa dalam insiden ini.
Sementara itu, pihak berwenang Arab Saudi bersumpah akan merespon serangan ini dan memperketat sistem pertahanan udara di sekitar infrastruktur vital nasional.
Yuyun Iriyanti

















