Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Headline

Geram Belanja Lelet, Menkeu Purbaya Ancam Stop Aliran Dana ke K/L dan Pemda

badge-check

Geram Belanja Lelet, Menkeu Purbaya Ancam Stop Aliran Dana ke K/L dan Pemda Perbesar

 

KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan peringatan keras bagi Kementerian/Lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah (Pemda) yang dinilai lamban dalam merealisasikan belanja anggaran. Tak sekadar ancaman administratif, Purbaya menegaskan kesiapannya untuk menghentikan sementara (moratorium) penyaluran dana jika kinerja penyerapan tetap stagnan.

Dalam acara “Semangat Awal Tahun 2026” di Jakarta Selatan, Rabu [14/1], Purbaya mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola belanja birokrasi yang dianggap tidak berubah selama puluhan tahun. Ia menyoroti fenomena tumpukan dana yang mengendap di bank pada akhir tahun, sementara instansi terkait terus mengajukan tambahan anggaran.

“Biar Mereka Teriak”

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan tegas ini diambil untuk memastikan mesin fiskal bekerja optimal guna mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6%.

“Bukan lagi dipotong, saya akan stop. Saya tidak akan kirim (dananya) supaya mereka teriak-teriak. Tujuannya satu: agar mereka belanja tepat waktu, tepat sasaran, dan tidak bocor,” tegas Purbaya di hadapan awak media.

Menurut data Kementerian Keuangan, sisa anggaran daerah yang mengendap di perbankan pada akhir tahun 2025 lalu mencapai ratusan triliun rupiah. Purbaya menilai hal ini ironis karena banyak kepala daerah dan pimpinan lembaga yang terus mengeluhkan kekurangan dana kepada pemerintah pusat.

Intervensi Langsung dan Pendampingan

Guna mengatasi sumbatan penyerapan ini, Menkeu berencana menerjunkan tim khusus dari Kementerian Keuangan untuk “berkeliling” dan melakukan audit langsung ke K/L dengan pagu anggaran besar namun serapan rendah.

Audit Lapangan: Menkeu akan memantau langsung kendala teknis di lapangan mulai minggu depan.

Dialog dan Sanksi: Instansi yang kooperatif akan dibantu mencari solusi manajemen anggaran, namun bagi yang tetap abai, pemotongan hingga penghentian anggaran tahun berjalan akan diberlakukan.

Penyebab Masalah: Purbaya mengidentifikasi kurangnya pemahaman manajemen anggaran sebagai salah satu “biang kerok” utama yang membuat pejabat takut atau lambat dalam mengeksekusi program.

Target Pertumbuhan 6 Persen

Bendahara Negara ini optimis bahwa pertumbuhan ekonomi 6% bukan hal yang mustahil jika belanja pemerintah lebih agresif di awal tahun (front-loading). Ia mengingatkan bahwa utang negara memiliki beban bunga yang harus dibayar, sehingga menjadi kerugian negara (opportunity cost) jika dana hasil utang tersebut hanya mendekam di rekening tanpa memberikan dampak ekonomi ke rakyat.

“Saya ingin di bawah kepemimpinan saya, tidak ada lagi uang nganggur. Selama ini yang macet-macet akan kita lancarkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Rayakan HUT Pramuka ke-65, Gugus Depan SDN 1 Taliwang, Kamabigus Zainuddin: Pramuka Telah Melahirkan Generasi Hebat!

14 Agu 2026 - 09:43 WIB

Rayakan HUT Pramuka ke-65, Gugus Depan SDN 1 Taliwang, Kamabigus Zainuddin: Pramuka Telah Melahirkan Generasi Hebat!

MK Unacceptable/NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) Gugatan Aturan SIM Telat Harus Bikin Baru

14 Agu 2026 - 02:11 WIB

MK Unacceptable/NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) Gugatan Aturan SIM Telat Harus Bikin Baru

Gerebek Kampung Bahari, BNN Sita Ganja, Senpi, dan Aset TPPU Senilai Puluhan Miliar

14 Agu 2026 - 01:40 WIB

Gerebek Kampung Bahari, BNN Sita Ganja, Senpi, dan Aset TPPU Senilai Puluhan Miliar

Polresta Bogor Kota Usut Dugaan Jaringan Peredaran Tramadol Ilegal di Bogor

14 Agu 2026 - 01:37 WIB

Polresta Bogor Kota Usut Dugaan Jaringan Peredaran Tramadol Ilegal di Bogor

Kasasi Ditolak MA, Hukuman Mati Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati Inkrah

14 Agu 2026 - 01:33 WIB

Kasasi Ditolak MA, Hukuman Mati Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati Inkrah
Trending di Fakta Utama