KLIKFAKTA38 – .JAKARTA — Istana Merdeka kembali menjadi saksi bisu keagungan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Di tengah suasana khidmat dan barisan pasukan yang presisi, sosok perwira menengah TNI Angkatan Darat berlatar belakang satuan elit Raider, Kolonel Inf Priyo Handoyo, sukses menyedot perhatian publik saat menjalankan tugasnya sebagai Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka.
Dengan lantang dan tegas, artikulasi komando dari alumni Akademi Militer tersebut memecah keheningan halaman Istana Merdeka, memimpin ribuan personel pasukan gabungan TNI-Polri serta mengawal jalannya pengibaran Sang Saka Merah Putih di hadapan Presiden RI, jajaran pejabat negara, dan tamu undangan internasional.
Profil dan Rekam Jejak
Sebagai prajurit kualifikasi Raider—satuan elit Infanteri TNI AD yang terlatih dalam operasi cepat, infilitrasi, dan pertempuran jarak dekat—Kolonel Inf Priyo Handoyo membawa disiplin dan ketegasan khas pasukan khusus ke atas mimbar lapangan Istana.
Kualifikasi Utama: Pasukan Khusus Infanteri / Raider TNI AD
Penugasan Poin: Pengalaman kepemimpinan lapangan di berbagai satuan tempur dan teritorial, hingga dipercaya melalui proses seleksi ketat untuk posisi Komandan Upacara Istana Negara.
Tugas Utama: Memimpin jalannya penghormatan kebesaran, laporan resmi kepada Inspektur Upacara (Presiden RI), serta mengomandoi seluruh pergerakan barisan di lapangan.
Sorotan Pelaksanaan Upacara
Proses seleksi Komandan Upacara HUT RI dikenal sangat ketat, melibatkan perwira-perwira terbaik dari empat matra (TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri). Penunjukan Kolonel Inf Priyo Handoyo menegaskan kualifikasi fisik, ketahanan mental, serta intonasi suara yang dinilai sempurna oleh panitia penyelenggara Istana.
“Tugas ini bukan sekadar mengomandoi barisan, melainkan simbol kehormatan tertinggi prajurit dalam mengawal kedaulatan dan peringatan sejarah kemerdekaan bangsa.”
Pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 RI tahun ini berjalan dengan kelancaran penuh tanpa hambatan teknis, ditutup dengan laporan pembubaran pasukan yang disampaikan secara lugas oleh Kolonel Inf Priyo Handoyo kepada Presiden selaku Inspektur Upacara.
Abduh Hanif MR



















