KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 17 Agustus 2026— Prosesi kirab bendera pusaka Sang Saka Merah Putih dan naskah asli Proklamasi berlangsung khidmat dan megah. Suasana historis kian terasa kuat saat rombongan iring-iringan dipimpin oleh barisan pasukan berkuda yang mengawal ketat Kereta Kencana Ki Badraya/Prabayesa—kereta kencana legendaris penyerah kenangan sejarah bangsa.
Tahun ini, perhatian publik tertuju pada dua siswi berprestasi dari luar Pulau Jawa yang dipercaya mengemban tugas negara tingkat tinggi. Perwakilan dari Jambi dan Sulawesi berhasil terpilih sebagai pemegang amanah sakral untuk mengambil serta membawa Bendera Merah Putih dan Naskah Proklamasi dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka.
Amanah Sakral di Tangan Generasi Muda
Prosesi pengambilan dokumen dan simbol negara tersebut melibatkan seleksi ketat terhadap ribuan pelajar terbaik se-Indonesia. Kedua siswi terpilih menampilkan kedisiplinan dan ketenangan luar biasa sepanjang prosesi ritual kenegaraan berlangsung.
Pengambil Bendera Merah Putih (Perwakilan Jambi): Nindya Eltsani Fawwaz (SMAN 2 Kota Sungai Penuh, Jambi), menjadi sosok penuh wibawa saat melangkah naik ke podium Monumen Nasional. Dengan ketenangan tinggi, ia menerima duplikat Bendera Pusaka untuk diserahkan kepada barisan pembawa di Kereta Prabayesa.
Pengambil Naskah Proklamasi (Perwakilan Sulawesi): Bianca Alessia Christabella Lantang (SMA Lentera Harapan Tomohon, Sulawesi Utara), bertanggung jawab atas dokumen paling bersejarah milik bangsa. Keanggunan dan ketegasannya saat membawa teks proklamasi menarik perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab.
Kemegahan Kirab dan Pengawalan Berkuda
Iring-iringan diawali oleh satuan pasukan berkuda dari Detasemen Kavaleri Berkuda. Gagahnya derap langkah kuda dan seragam kebesaran prajurit menambah kesan kolosal dan patriotik pada peringatan hari besar nasional ini.
Kereta Kencana Prabayesa, yang dihiasi ornamen janur dan ukiran khas Nusantara, bergerak perlahan diiringi drum band taruna serta pasukan adat dari 38 provinsi. Sepanjang rute Jalan Medan Merdeka Barat, masyarakat antusias menyambut jalannya kirab dengan lambaian bendera kecil dan sorak-sorai kebanggaan.
Dua siswi pembawa simbol negara duduk anggun di dalam kereta kencana, menjaga Bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi hingga sampai di Istana Merdeka untuk diserahkan dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi. Momen ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga wujud nyata persatuan generasi muda dari seluruh pelosok Nusantara.
Abduh Hanif MR



















