KLIKFAKTA38 – BOGOR, 31 Agustus 2026 — Presiden Prabowo Subianto secara khusus mengumpulkan lima konglomerat terkemuka Indonesia di kediaman pribadinya, Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor. Pertemuan strategis tersebut digelar guna memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, salah satunya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi puluhan juta anak dan ibu hamil di seluruh wilayah Tanah Air.
Kelima pengusaha nasional yang hadir dalam audiensi tersebut meliputi Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Garibaldi “Boy” Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma alias Aguan (Agung Sedayu Group).
Sinergi Sektor Swasta dan Pemerintah
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada peran aktif sektor swasta dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional. Sektor swasta—khususnya konglomerasi dengan jejaring logistik, rantai pasok pangan, serta kapasitas finansial yang besar—diharapkan dapat berkontribusi langsung melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) maupun investasi sektor pendukung.
“Presiden menekankan pentingnya gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha demi memastikan program-program strategis, termasuk Makan Bergizi Gratis, dapat terdistribusi secara efektif, merata, dan berkelanjutan hingga ke pelosok daerah,” ujar Sekretaris Kabinet.
Dalam skema pelaksanaan MBG, grup-grup bisnis besar tersebut diproyeksikan mengambil peran penting pada beberapa aspek teknis dan operasional:
Penyediaan Rantai Pasok Pangan: Memanfaatkan keahlian industri pangan domestik untuk menjaga ketersediaan komoditas bahan baku pokok.
Penguatan Logistik dan Distribusi: Mengoptimalkan jaringan distribusi sektor swasta untuk menjangkau Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Pembangunan Infrastruktur Dapur Umum: Mendukung penyediaan unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (Sat pelayanan MBG) di berbagai wilayah strategis melalui dana kemitraan CSR.
Komitmen Dunia Usaha
Perwakilan pengusaha yang hadir menyampaikan komitmen penuh untuk menyelaraskan arah bisnis grup mereka dengan prioritas pembangunan yang dicanangkan pemerintah. Langkah ini dinilai tidak hanya sekadar aksi sosial, tetapi juga investasi jangka panjang terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri terus diakselerasi penyiapan regulasi serta tata kelolanya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan target penerima manfaat dapat terpenuhi tanpa mengabaikan aspek standar gizi dan kebersihan pangan.
Yuyun Iriyanti



















