KLIKFAKTA38 – JAKARTA 31 Agustus 2026 — Solidaritas internasional mengalir deras ke Indonesia dalam menghadapi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 36 helikopter pengebom air (water bombing) dari delapan negara sahabat telah mendapatkan izin resmi untuk beroperasi di ruang udara Indonesia guna mempercepat pemadaman di area krisis.
Langkah taktis ini diperkuat dengan kehadiran armada militer udara dari Malaysia serta satuan tugas khusus dari Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Forces/JSDF). Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, menegaskan bahwa pengerahan armada ini merupakan wujud nyata solidaritas ASEAN di tengah ancaman kabut asap lintas batas yang diperparah oleh fenomena El Nino.
Malaysia menyiagakan pesawat amfibi legendaris, Bombardier CL-415MP milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), yang mampu menyedot dan menyemburkan 6.137 liter air hanya dalam waktu 12 detik.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto yang telah menerjunkan tambahan personel TNI dan mengoptimalkan armada mitigasi domestik,” ujar Arthur dalam keterangannya.
Mobilisasi Skala Besar dari AS hingga Jepang
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Amerika Serikat memimpin jumlah bantuan udara dengan mengirimkan 14 helikopter pemadam. Negara-negara lain seperti Rusia, Australia, Kanada, Ukraina, Selandia Baru, Laos, dan Vietnam juga turut memobilisasi helikopter taktis di bawah 11 operator penerbangan bersertifikat internasional (Air Operator Certificate).
Sementara itu, Pemerintah Jepang mengambil langkah signifikan dengan mengirimkan misi kemanusiaan internasional lewat Unit Japan Disaster Relief (JDR). Di bawah instruksi Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi, Jepang mengerahkan Kapal Angkut Amfibi JS Kunisaki ke laut Indonesia.Kapal raksasa tersebut membawa tiga helikopter berat tipe CH-47 Chinook serta sekitar 350 hingga 600 personel militer Jepang untuk memperkuat operasi pemadaman di darat dan udara, dengan fokus area di pulau Kalimantan..
Satu Komando Jaga Ruang UdaraSeluruh perizinan operasi, pengawasan keselamatan, hingga penempatan posisi armada udara asing ini dikawal ketat oleh Kemenhub bersama Satgas Karhutla dan TNI. Koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan lalu lintas penerbangan water bombing di wilayah Sumatra dan Kalimantan berjalan aman dan presisi.
Hingga saat ini, integrasi pasukan darat TNI-Polri dan bantuan udara internasional terus digenjot demi menekan titik api (hotspot) sebelum kabut asap meluas ke wilayah pemukiman padat penduduk dan negara tetangga.
Yuyun Iriyanti



















