Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Perkuat Kompetensi Digital Guru, SDN 1 Taliwang Gelar Bimtek; Suarman Ingatkan: “Guru Tidak Boleh Gagap Terhadap Teknologi”

badge-check

Perkuat Kompetensi Digital Guru, SDN 1 Taliwang Gelar Bimtek; Suarman Ingatkan: “Guru Tidak Boleh Gagap Terhadap Teknologi” Perbesar

Klik Fakta38, Sumbawa Barat – Dalam rangka memperkuat kompetensi guru menghadapi menghadapi era digital, SDN 1 Taliwang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang guru SDN 1 Taliwang tersebut digelar melalui kolaborasi tiga satuan pendidikan, yakni SDN 1 Taliwang, SDN 7 Taliwang, dan SD Inklusi Al-Fath.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 27 orang guru dan 3 orang kepala sekolah. Hadir pula Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Suarman, S.Pd., M.Si., serta Yulia Hidayati, S.Pd., M.Ed(EC) selaku fasilitator dari BPMP Provinsi NTB yang akan memberikan materi dan pendampingan dalam pelaksanaan Bimtek.

Zainuddin: Keterbatasan Tempat Tak Mengurangi Semangat Kolaborasi

Kepala SDN 1 Taliwang, Zainuddin, S.Pd.SD., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Zainuddin juga menyampaikan permohonan maaf terkait kondisi tempat pelaksanaan Bimtek yang berlangsung di tengah proses rehabilitasi sekolah.

“Terima kasih atas kehadiran dan kolaborasi semuanya. Kami juga memohon maaf terkait situasi tempat, karena sekolah kami sedang dalam proses rehab. Sehingga kita berkolaborasi memanfaatkan ruang kelas ini. Justru dengan kondisi ini, ruang kelas ini menjadi luar biasa,” ujar Zainuddin.

Di tengah suasana penuh keakraban, Zainuddin juga melontarkan candaan ringan dengan menyinggung kesamaan warna seragam yang dikenakan para guru dengan busana yang dikenakan fasilitator Bimtek, Yulia Hidayati.

“Kalau kita lihat, warna seragam peserta guru sama dengan warna busana Ibu Fasilitator. Ini menandakan bahwa peserta dan Ibu Fasil satu frekuensi dengan kita,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut pun disambut suasana hangat oleh para peserta.

Menutup sambutannya, Zainuddin mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menjadikan Bimtek sebagai momentum untuk terus belajar serta meningkatkan kompetensi.

Tetap semangat dan tetap kita kerja. Mau maju harus termotivasi. Mau jadi orang hebat harus semangat dan motivasi belajar,” pesan Zainuddin.

Suarman: Digitalisasi Pendidikan Harus Diikuti Guru

Sementara itu, Suarman, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Ia menyambut positif pelaksanaan Bimtek tersebut. Menurutnya, dunia pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi, termasuk transformasi digital yang kini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyambut positif kegiatan Bimtek ini. Ini merupakan salah satu upaya kita untuk terus membenahi dunia pendidikan dengan beradaptasi terhadap perkembangan baru,” ujar Suarman.

Ia juga mengaitkan pentingnya digitalisasi pendidikan dengan arah kebijakan nasional melalui Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya dengan penguatan transformasi digital.

Menurut Suarman, salah satu bentuk dukungan terhadap digitalisasi pendidikan tersebut dapat dilihat dari adanya bantuan perangkat teknologi pembelajaran, termasuk TV digital yang didistribusikan pemerintah pusat ke satuan pendidikan.

Karena itu, kata dia, keberadaan perangkat teknologi harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran.

Guru tidak boleh gagap terhadap teknologi,” tegas Suarman di hadapan para peserta.

Bimtek Bukan untuk Guru, Tapi Bermuara kepada Siswa

Lebih jauh, Suarman menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan Bimtek bukan semata-mata untuk meningkatkan kemampuan guru bagi kepentingan pribadi, melainkan harus bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

“Tujuan dari kegiatan Bimtek ini semata-mata bermuara kepada siswa, bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk siswa,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan seperti Bimtek harus mampu memberikan dampak nyata terhadap semangat dan motivasi belajar siswa.

Ia berharap guru yang telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru nantinya dapat menerapkannya di dalam kelas dengan cara yang lebih kreatif, inovatif, dan menyenangkan.

“Bagaimana meningkatkan semangat belajar siswa, salah satunya dengan mengikuti Bimtek ini,” lanjut Suarman.

Dalam kesempatan tersebut, Suarman juga menyinggung capaian pembangunan manusia di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat berada dalam tiga besar dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB dalam capaian indeks pembangunan manusia.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.

Suarman menegaskan bahwa transformasi digital tidak berarti menggantikan posisi guru. Sebaliknya, teknologi harus dipandang sebagai alat bantu yang dapat memperkuat peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Guru dituntut tidak hanya mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung proses pembelajaran.

Dengan demikian, digitalisasi pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada penggunaan perangkat semata, tetapi mampu melahirkan inovasi dalam metode mengajar, meningkatkan keterlibatan siswa, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.

Kolaborasi Tiga Sekolah, Langkah Bersama Hadapi Era Digital

Pelaksanaan Bimtek melalui kolaborasi SDN 1 Taliwang, SDN 7 Taliwang, dan SD Inklusi Al-Fath menjadi langkah positif dalam membangun budaya belajar bersama antarsatuan pendidikan.

Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebatas pelaksanaan Bimtek, tetapi berlanjut dalam praktik nyata di ruang-ruang kelas.

Sebab, di tengah derasnya arus digitalisasi pendidikan, guru tidak cukup hanya menjadi pengajar, tetapi juga harus menjadi pembelajar yang tidak pernah berhenti beradaptasi dengan perubahan zaman. Red***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Keracunan Program MBG, 431 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit

3 Sep 2026 - 01:55 WIB

Diduga Keracunan Program MBG, 431 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit

Laporan Khusus: Menjangkau Bansos Lewat Usul Sanggah Digital

3 Sep 2026 - 01:36 WIB

Laporan Khusus: Menjangkau Bansos Lewat Usul Sanggah Digital

Respons Protes Warga, Menkeu Purbaya Dorong BPS Benahi Data Desil dan DTSEN

3 Sep 2026 - 01:33 WIB

Respons Protes Warga, Menkeu Purbaya Dorong BPS Benahi Data Desil dan DTSEN

Sentuhan Estetika Modern Puncak: Jembatan Kaca Sukamahi Siap Dongkrak Ekowisata Bogor

3 Sep 2026 - 01:31 WIB

Sentuhan Estetika Modern Puncak: Jembatan Kaca Sukamahi Siap Dongkrak Ekowisata Bogor

Setelah Satu Tahun Menjadi DPO, Mantan Bupati Minahasa Utara Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulut di Papua

3 Sep 2026 - 01:27 WIB

Setelah Satu Tahun Menjadi DPO, Mantan Bupati Minahasa Utara Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulut di Papua
Trending di Fakta Utama