Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Respons Protes Warga, Menkeu Purbaya Dorong BPS Benahi Data Desil dan DTSEN

badge-check

Respons Protes Warga, Menkeu Purbaya Dorong BPS Benahi Data Desil dan DTSEN Perbesar

KLIKFAKTA38 – JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai gelombang protes masyarakat terkait penetapan peringkat desil ekonomi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Menkeu memastikan bahwa pemerintah tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Langkah pengecekan dan perbaikan data ini diambil setelah muncul persoalan akurasi penetapan desil kesejahteraan. Banyak warga yang mengeluhkan pengelompokan tingkat ekonomi—seperti masuk ke kelompok desil tinggi (desil 6–10)—padahal secara ekonomi tergolong rentan atau membutuhkan bantuan sosial dan subsidi pemerintah.

Poin-Poin Utama Pembenahan Data Desil

Evaluasi DTSEN & BPS: Kementerian Keuangan meminta BPS melakukan verifikasi dan pemutakhiran ulang agar data pemeringkatan kesejahteraan benar-benar mencerminkan status ekonomi masyarakat.

Dukungan Anggaran: Pemerintah mengalokasikan anggaran signifikan mencapai sekitar Rp7 triliun untuk BPS guna mengoptimalkan pembenahan kualitas dan akurasi data pendataan nasional.

Target Akurasi: Perbaikan sistem pendataan ini ditargetkan rampung dan menghasilkan data yang jauh lebih akurat serta rapi mulai tahun depan.

“Terkait kelompok desil, makanya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sedang diperbaiki agar penyaluran bantuan dan kebijakan sosial tepat sasaran,” ujar Purbaya dalam keterangannya.          Pernyataan resmi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait polemik data desil DTSEN tersebut disampaikan pada Rabu, 26 Agustus 2026

Pemerintah menegaskan pentingnya validitas data desil karena berpengaruh langsung terhadap pendistribusian berbagai bentuk perlindungan sosial, insentif pendidikan, hingga subsidi energi. Pembenahan menyeluruh ini diharapkan meminimalisir kekeliruan data (bias pendataan) di masa mendatang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perkuat Kompetensi Digital Guru, SDN 1 Taliwang Gelar Bimtek; Suarman Ingatkan: “Guru Tidak Boleh Gagap Terhadap Teknologi”

3 Sep 2026 - 10:36 WIB

Perkuat Kompetensi Digital Guru, SDN 1 Taliwang Gelar Bimtek; Suarman Ingatkan: “Guru Tidak Boleh Gagap Terhadap Teknologi”

Diduga Keracunan Program MBG, 431 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit

3 Sep 2026 - 01:55 WIB

Diduga Keracunan Program MBG, 431 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit

Laporan Khusus: Menjangkau Bansos Lewat Usul Sanggah Digital

3 Sep 2026 - 01:36 WIB

Laporan Khusus: Menjangkau Bansos Lewat Usul Sanggah Digital

Sentuhan Estetika Modern Puncak: Jembatan Kaca Sukamahi Siap Dongkrak Ekowisata Bogor

3 Sep 2026 - 01:31 WIB

Sentuhan Estetika Modern Puncak: Jembatan Kaca Sukamahi Siap Dongkrak Ekowisata Bogor

Setelah Satu Tahun Menjadi DPO, Mantan Bupati Minahasa Utara Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulut di Papua

3 Sep 2026 - 01:27 WIB

Setelah Satu Tahun Menjadi DPO, Mantan Bupati Minahasa Utara Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulut di Papua
Trending di Fakta Utama