KLIKFAKTA38 – BALI — Kebakaran hebat melanda kawasan Sunset Road, Kuta, selama dua hari berturut-turut sejak Senin (31/8/2026). Peristiwa yang bermula sekitar pukul 10.30 WITA tersebut meratakan gudang rongsokan dan permukiman bedeng berluas 2,5 hektar, meninggalkan sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Asap hitam pekat membumbung tinggi hingga terlihat dari radius beberapa kilometer, sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Sunset Road. Angin kencang serta banyaknya material mudah terbakar—seperti kayu, plastik, dan besi bekas—membuat kobaran api menyebar sangat cepat dari area gudang rongsokan menuju permukiman padat penduduk di sekitarnya.
Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) diturunkan ke lokasi dengan puluhan unit armada. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala berat akibat akses jalan yang sempit serta sulitnya mendapatkan pasokan air di sekitar lokasi kejadian. Petualangan si jago merah baru bisa benar-benar dikendalikan setelah penanganan intensif yang berlangsung hingga hari kedua.
Dampak Peristiwa
Luas Area Terbakar: 2,5 hektar kawasan gudang rongsokan dan bedeng.
Warga Terdampak: Kurang lebih 300 KK (sekitar 1.000 jiwa) kehilangan tempat tinggal.
Korban Jiwa: Nihil korban jiwa, namun beberapa warga dan petugas mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal.
Kerugian Material: Ditaksir mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya barang lapak dan bangunan non-permanen yang ludes tanpa sisa.
Hingga Selasa sore, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan (cooling down) untuk mengantisipasi munculnya titik api baru dari bawah puing-puing material.
Pemerintah daerah setempat bersama BPBD dan dinas sosial telah mendirikan tenda darurat, dapur umum, serta posko kesehatan di sekitar kawasan terdampak untuk menampung ratusan warga yang mengungsi.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api pertama di gudang rongsokan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau adanya pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Yuyun Iriyanti


















