KLIKFAKTA38 – TASIKMALAYA — Seorang remaja pedagang jagung susu keju (jasuke) bernama Ikram Maulana Malik (16)—sebelumnya sempat diidentifikasi dengan nama panggilan Irham/Ikrom—menjadi korban aksi pengeroyokan kejam yang diduga dilakukan oleh sekelompok geng motor. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di depan eks-Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Akibat insiden pengeroyokan brutal tersebut, korban sempat mengalami kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka parah pada bagian kepala yang diduga dipukul menggunakan benda keras. Namun, setelah tiga hari mendapat penanganan medis, korban dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula ketika korban yang sehari-hari berjualan jasuke di tepi jalan baru saja selesai beraktivitas. Saat berada di area depan eks-Terminal Cilembang menjelang subuh, korban bersama rekannya tiba-tiba didatangi oleh rombongan pemotor.
Aksi penyerangan berlangsung sangat cepat. Para pelaku yang melintas diduga langsung melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban terkapar bersimbah darah. Video pasca-kejadian sempat beredar di media sosial, memperlihatkan korban yang tak berdaya dibopong oleh rekannya untuk mencari pertolongan medis. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit bersama petugas kepolisian.
Ibu Korban minta keadialn
Pihak keluarga memprotes keras dugaan yang menyebutkan korban terlibat dalam kelompok bermotor. Meli, ibu kandung korban, menegaskan bahwa anaknya bukan anggota geng motor, melainkan remaja pekerja keras yang berjualan jasuke usai lulus dari jenjang MTs.
“Anak saya itu bukan geng motor. Setelah lulus sekolah dia langsung jualan jasuke di tepi jalan. Saya minta keadilan agar para pelakunya segera ditangkap oleh Kepolisian,” ujar Meli saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (3/9/2026).
Polisi Buru Pelaku dan Lakukan Otopsi
Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penyerangan ini. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, menyampaikan bahwa tim penyidik masih berada di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan melacak keberadaan para pelaku.
Untuk kepentingan penyidikan dan memastikan penyebab pasti cedera medis yang dialami korban, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Kota Bandung untuk dilakukan proses otopsi. Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait aksi kejahatan jalanan tersebut untuk segera melapor guna mempercepat pengungkapan kasus.
Abduh Hanif MR


















