KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 2 September 2026 — Puluhan nasabah Bank Mandiri mendatangi Kantor Cabang Bank Mandiri untuk melakukan penarikan saldo secara serentak. Aksi bersama ini dipicu oleh dugaan peretasan dan pengisian ulang (top-up) saldo secara mendadak yang mengakibatkan dana di dalam rekening para nasabah berkurang tanpa adanya transaksi pribadi.
Keputusan para nasabah untuk menarik sisa dana dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Dugaan Transaksi Tanpa Otorisasi
Berdasarkan keterangan sejumlah nasabah yang hadir di lokasi, kepanikan bermula ketika mereka menerima notifikasi transaksi mencurigakan melalui aplikasi mobile banking maupun SMS banking. Beberapa nasabah mengaku mendapati saldo rekening mereka berkurang secara drastis dalam waktu singkat, padahal tidak merasa melakukan pengiriman uang, pembelian, ataupun pengisian saldo dompet digital.
“Saya kaget tiba-tiba ada notifikasi transaksi keluar beruntun. Begitu saya cek aplikasi, saldo berkurang signifikan. Makanya saya langsung datang ke kantor cabang bersama nasabah lain untuk tarik sisa uang dan minta penjelasan,” ujar salah satu nasabah di lokasi.
Para nasabah mendesak pihak perbankan untuk segera memblokir akun yang terdampak, memberikan penjelasan secara transparan mengenai penyebab berkurangnya saldo, serta memberikan jaminan pengembalian dana (refund) yang hilang secara tidak sah.
Respon dan Langkah Penanganan Bank Mandiri
Menanggapi kedatangan para nasabah dan keluhan yang beredar, pihak manajemen Bank Mandiri langsung melakukan investigasi internal dan meningkatkan penanganan di unit layanan konsumen.
Pihak Bank Mandiri mengimbau kepada seluruh nasabah yang mengalami kendala serupa untuk segera melakukan penanganan awal:
Pengaduan Resmi: Melaporkan detail transaksi mencurigakan ke petugas customer service di kantor cabang terdekat atau melalui kontak resmi Bank Mandiri.
Pengamanan Akun: Mengubah kata sandi (password), PIN mobile banking, serta melakukan pemblokiran kartu debit/kredit secara mandiri melalui aplikasi jika terindikasi adanya kebocoran data.
Pihak bank juga menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas setiap laporan transaksi yang tidak sah dan akan mengembalikan dana nasabah apabila terbukti terjadi kegagalan sistem atau peretasan yang bukan disebabkan oleh kelalaian pemegang rekening. Hingga berita ini diturunkan, proses verifikasi data dan pemeriksaan sistem keamanan internal masih terus berlangsung.
Yuyun Iriyanti


















