KLIKFAKTA38 – MENYUKE — Suasana khidmat upacara penurunan bendera Sang Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Sri Lima, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, mendadak tegang. Hujan deras yang diiringi hembusan angin kencang menerjang kawasan tersebut hingga mengakibatkan tiang bendera utama tumbang, 17 Agustus 2026.
Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) bersiap menjalankan tugas penutup puncak peringatan kemerdekaan. Cuaca ekstrem yang datang secara mendadak membuat situasi di lapangan berubah drastis.
Diterjang Angin Kencang: Hembusan angin kencang berkecepatan tinggi tiba-tiba menghantam areal lapangan, membuat struktur tiang bendera tidak mampu menahan beban dan akhirnya roboh.
Aksi Refleks Petugas: Mengetahui tiang roboh saat Sang Merah Putih hendak diturunkan, jajaran unsur Forkopimcam, personel kepolisian, dan panitia yang berada di lokasi langsung berhamburan berlari ke tengah lapangan. Mereka secara spontan sigap menyangga serta menegakkan kembali tiang agar Sang Merah Putih tidak menyentuh tanah.
Keteguhan Jiwa Paskibra: Di tengah guyuran hujan lebat dan angin kencang, para anggota Paskibra tetap berdiri tegap menatap lurus ke depan tanpa memutus tempo penugasan.
Meski sempat diwarnai kepanikan peserta dan warga yang menyaksikan, koordinasi cepat para petugas membuat prosesi penurunan bendera tetap berhasil dituntaskan dengan aman hingga Sang Merah Putih terlipat sempurna.
Abduh Hanif MR


















