Luhur Hati Penjual Es Gabus: Maafkan Oknum Aparat yang Sempat Memfitnahnya

banner 120x600

KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Sebuah video haru mendadak viral di media sosial, memperlihatkan momen rekonsiliasi antara seorang pedagang es gabus ( Es jadul) keliling bernama Pak Suderajat (60) asal Bogor dengan dua orang pria yang diketahui merupakan oknum anggota TNI dan Polri di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut mengakhiri ketegangan setelah sebelumnya Pak Suderajat dituduh melakukan tindakan tidak menyenangkan saat berjualan. Ia diduga diinterogasi, di ancam, bahkan mengalami tindak kekerasan oleh oknum aparat sehingga pak Suderajat mengalami trauma mendalam

Kronologi Kesalahpahaman

Peristiwa bermula awal pekan ini ketika sebuah unggahan di platform digital menuduh Pak Suderajat menggunakan bahan berbahaya pada dagangannya. Tuduhan tersebut dilontarkan secara emosional oleh oknum aparat yang sedang tidak bertugas saat melintas di area dagang Pak Suderajat. Tanpa bukti yang kuat, tuduhan tersebut sempat membuat dagangan Pak Suderajat sepi pembeli selama beberapa hari.

Baca juga: Camat di Medan Diduga Gunakan Kartu Kredit Pemerintah untuk Aktivitas Judol hingga Rp1,2 Miliar

Namun, setelah dilakukan mediasi oleh tokoh masyarakat setempat dan pengecekan langsung, tuduhan tersebut terbukti tidak berdasar. Es gabus yang dijual Pak Suderajat dinyatakan aman dan menggunakan bahan-bahan sesuai standar pangan.

Momen Memaafkan yang Menyentuh

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor kelurahan setempat, kedua oknum aparat tersebut hadir untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Dengan wajah tulus, Pak Suderajat menjabat tangan keduanya, pada Kamis [29/1].

“Saya tidak ada dendam. Kita semua manusia, pasti ada salah paham. Saya sudah memaafkan lahir batin. Yang penting sekarang saya bisa jualan lagi dengan tenang,” ujar Pak Suderajat dengan suara bergetar namun tenang.

Kedua oknum tersebut mengakui kekhilafan mereka yang bertindak gegabah tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Mereka juga berjanji akan membantu memulihkan nama baik Pak Suderajat di lingkungan sekitar.

Dukungan Mengalir dari Netizen

Kisah keberanian Pak Suderajat untuk memaafkan justru mengundang simpati luas dari warganet. Banyak yang memuji sikap rendah hatinya meski telah dirugikan secara ekonomi dan mental. Sejumlah komunitas lokal bahkan menggalang aksi “Beli Borong” es gabus Pak Suderajat sebagai bentuk dukungan nyata.

Analisis Singkat: Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan aparat penegak hukum akan pentingnya tabayyun (klarifikasi) sebelum menyebarkan informasi di media sosial, karena dampak fitnah dapat menghancurkan mata pencaharian seseorang dalam sekejap.

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *