Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Viral Keluhan Pasien, Pelayanan RSUD Thomsen Nias Kembali Disorot

badge-check

Viral Keluhan Pasien, Pelayanan RSUD Thomsen Nias Kembali Disorot Perbesar

Klikfakta38 – Nias, Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Thomsen Nias kembali menuai sorotan publik menyusul viralnya unggahan orang tua pasien di media sosial yang mengeluhkan buruknya layanan dan manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Nias tersebut.

Akun Facebook Ama Valent Gilbert Harefa mengunggah pengalaman pahit keluarganya saat berobat di RSUD Thomsen Nias. Unggahan tersebut sontak memicu reaksi luas dari masyarakat Kepulauan Nias. Kolom komentar dipenuhi keluhan serupa, yang menuding buruknya pelayanan rumah sakit hingga diduga membuat sejumlah pasien terlantar dan mempertaruhkan nyawa.

Banyak netizen mendesak Bupati Nias agar segera turun tangan melakukan pembenahan manajemen RSUD Thomsen sebagai rumah sakit rujukan wilayah Kepulauan Nias.

Saat dikonfirmasi awak media hari ini, Kamis (8/1/2026), orang tua pasien menuturkan bahwa anaknya, Gilbert Harefa (10), masuk RSUD Thomsen Nias pada 21 Desember 2025. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dr. Dewi, pasien didiagnosis menderita usus buntu (apendiks) yang membutuhkan tindakan operasi segera.

Namun hingga 23 Desember 2025, tindakan medis tersebut tidak kunjung dilakukan. Orang tua pasien mengaku sangat cemas melihat kondisi anaknya yang terus menahan nyeri hebat dan khawatir akan risiko pecahnya usus buntu.

Ironisnya, menurut keluarga, salah seorang perawat justru menyarankan agar mengurus rujukan ke salah satu puskesmas, padahal RSUD Thomsen memiliki dokter spesialis bedah dan fasilitas kamar operasi.

Demi menghindari hal buruk, keluarga pasien akhirnya memutuskan keluar dari RSUD Thomsen Nias pada 23 Desember 2025 dan membawa pasien ke RS Bethesda Gunungsitoli. Beberapa hari kemudian, pasien akhirnya menjalani operasi oleh dr. Yamoguna Zega, Sp.B, dokter spesialis bedah yang juga diketahui bekerja di RSUD Thomsen Nias.

Fakta bahwa dokter yang sama tidak melakukan tindakan operasi di RSUD Thomsen Nias, namun melakukannya di rumah sakit lain, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

RSUD Thomsen diketahui memiliki dua dokter spesialis bedah aktif, yakni: dr. Yamoguna Zega, Sp.B, dr. Victor Krisman Fa’atulo Telaumbanua, Sp.B.
Namun dalam praktiknya, sejumlah pasien justru kerap dirujuk ke luar daerah atau rumah sakit lain.

Bahkan, dua dokter bedah yang sebelumnya bertugas di RSUD Thomsen—dr. Hadjriadi Syah Aceh, Sp.B dan dr. Jeffry Adikam Sitepu, Sp.B—diketahui tidak lagi memperpanjang SIP dan memilih berpraktik di RS Bethesda. Sejumlah dokter spesialis lain, termasuk dua dokter obgyn dan satu dokter spesialis saraf, juga disebut telah meninggalkan RSUD Thomsen akibat persoalan manajerial.

Seorang tenaga kesehatan internal yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa mutu pelayanan RSUD Thomsen sepanjang tahun 2025 mengalami kemerosotan. Ia menduga hal tersebut dipicu oleh pembayaran jasa pelayanan yang tidak lancar dan pembagian jasa yang dinilai tidak adil.
“Direktur disebut menerima di atas Rp90 juta per bulan, sementara tenaga kesehatan yang melayani pasien hanya menerima sekitar Rp2–3 juta,” ungkap sumber tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Nias menyarankan agar Bupati Nias segera melakukan evaluasi dan penyegaran manajemen RSUD Thomsen, bahkan bila perlu mengganti direktur, demi memulihkan kualitas pelayanan kesehatan dan kepercayaan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak manajemen RSUD dr. M. Thomsen Nias guna memperoleh klarifikasi resmi terkait berbagai keluhan tersebut.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Menemukan Kembali Kompas Moral di Tengah Kebisingan Zaman

26 Agu 2026 - 01:42 WIB

Menemukan Kembali Kompas Moral di Tengah Kebisingan Zaman

Kejari Kabupaten Tangerang Tetapkan Kepala PKBM Indonesia Negeriku Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP Rp2,5 Miliar

26 Agu 2026 - 01:39 WIB

Kejari Kabupaten Tangerang Tetapkan Kepala PKBM Indonesia Negeriku Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP Rp2,5 Miliar

KPK Resmi Tahan Mantan Kepala Kanwil DJP Banten dan Jakarta Khusus Terkait Dugaan Gratifikasi Rp20,7 Miliar

26 Agu 2026 - 01:30 WIB

KPK Resmi Tahan Mantan Kepala Kanwil DJP Banten dan Jakarta Khusus Terkait Dugaan Gratifikasi Rp20,7 Miliar

Tes Sambung Ayat hingga Kuis Dadakan di Pembukaan MTQ VIII Korpri, Dua ASN Dapat Beasiswa S2 dan Doktor dari Prof Zudan

25 Agu 2026 - 14:45 WIB

Tes Sambung Ayat hingga Kuis Dadakan di Pembukaan MTQ VIII Korpri, Dua ASN Dapat Beasiswa S2 dan Doktor dari Prof Zudan

Pemuda NW Sumut Komitmen Rutinkan Hiziban Akbar Sebagai Wadah Silaturrahmi dan Sosialisasi.

25 Agu 2026 - 14:10 WIB

Pemuda NW Sumut Komitmen Rutinkan Hiziban Akbar Sebagai Wadah Silaturrahmi dan Sosialisasi.
Trending di Fakta Utama