Gelar Manasik Akbar, Annahda Travel Beri Hadiah Umrah Gratis hingga Logam Mulia Kepada Jamaah

MATARAM – PT Travel Haji dan Umrah Annahda kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan calon jamaah dengan menggelar Manasik Akbar Umrah yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Ahad (19/7/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB, H. Lalu Muhamad Amin, S.H., Direktur PT Travel Haji dan Umrah Annahda TGH. Abdul Baasith Asdjazzi, Lc., M.A., jajaran manajemen Annahda, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat, serta ratusan calon jamaah umrah yang berasal dari berbagai daerah di NTB.

banner 325x300

Selain menjadi ajang pembekalan sekaligus penguatan sinergi antara penyelenggara perjalanan ibadah umrah dengan pemerintah. Melalui Manasik Akbar ini Annahda Travel juga berbagi Doorprize Umrah Gratis dan Logam Mulia untuk para calon jamaah Umrah yang telah bergabung bersama Annahda Travel.

Diantara jamaah Umrah yang mendapatkan hadiah Umrah Gratis berdasarkan hasil undian adalah Rusmayadi, jamaah asal Desa Korleko Kecamatan Labuan Haji Lombok Timur dan Mariah, jamaah asal Desa Padamara Kecamatan Sukamulia Lombok Timur.

Sedangkan jamaah yang beruntung mendapatkan hadiah berupa Logam Mulia antara lain, Husna Ma’ab, jamaah asal Desa Pancor, Kecamatan Selong Lombok Timur, Kayun jamaah asal Desa Lenek Pesiraman Kecamatan Lenek Lombok Timur dan Junari, jamaah asal Desa Ratu Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Direktur PT Travel Haji dan Umrah Annahda, TGH. Abdul Baasith Asdjazzi, Lc., M.A., mengatakan bahwa pemberian hadiah berupa Umrah Gratis dan Logam Mulia ini merupakan bentuk komitmen Annahda Travel untuk berbagi kebahagiaan bersama para calon jamaah Umrah.

“Kami ingin kebaikan itu tidak hanya kami yang rasakan tapi juga kami bagi untuk para tamu-tamu Allah, sehingga kami ada komitmen bahwa kebaikan yang kami terima dari proses memberangkatkan ibadah ini juga akan kami bagikan kepada para tamu Allah dalam bentuk Umroh Gratis”, ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan hanya memberikan pembekalan teknis mengenai tata cara ibadah umrah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai Baitullah serta mempersiapkan diri secara matang sebelum keberangkatan.

“Manasik Akbar ini kami rencanakan menjadi agenda tahunan. Selain sebagai syiar untuk mengajak masyarakat menuju Baitullah, kegiatan ini juga menjadi bekal penting agar jamaah memahami seluruh persiapan yang harus dilakukan sebelum berada di Makkah dan Madinah,” ungkapnya.

Menurut TGH. Abdul Baasith, PT Travel Haji dan Umrah Annahda merupakan perusahaan yang masih tergolong muda dengan usia operasional sekitar satu tahun setelah memperoleh izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Meski demikian, perkembangan perusahaan menunjukkan tren yang sangat positif.

Pada musim keberangkatan sebelumnya, Annahda memberangkatkan jamaah sekitar dua bulan sekali. Namun memasuki musim umrah tahun ini, perusahaan menargetkan keberangkatan secara rutin setiap bulan.

“Alhamdulillah, animo masyarakat terus meningkat. Saat ini kami optimistis dapat memberangkatkan jamaah setiap bulan. Dalam kegiatan Manasik Akbar ini saja, hampir 200 calon jamaah telah bergabung melalui program tabungan umrah dan diproyeksikan berangkat sesuai jadwal masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap keberangkatan rata-rata diikuti 40 hingga 45 jamaah yang telah menyelesaikan tahapan administrasi maupun program tabungan. Jadwal keberangkatan telah disiapkan untuk beberapa periode, mulai September, Oktober, November, Desember hingga musim Ramadhan yang menjadi salah satu periode favorit masyarakat.

Lebih jauh, TGH. Abdul Baasith mengungkapkan bahwa lahirnya PT Travel Haji dan Umrah Annahda berangkat dari keprihatinan terhadap masih adanya masyarakat yang menjadi korban penipuan perjalanan umrah.

“Kami melihat banyak calon tamu Allah memiliki niat yang tulus untuk beribadah, tetapi justru mengalami kegagalan berangkat karena menjadi korban travel yang tidak bertanggung jawab. Dari situlah muncul tekad kami untuk menghadirkan layanan yang lebih aman, transparan, dan terpercaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu komitmen utama Annahda adalah membangun perusahaan secara mandiri dengan memiliki izin resmi sebagai kantor pusat, sehingga seluruh proses pelayanan, administrasi, hingga keberangkatan dapat dikendalikan secara langsung tanpa bergantung kepada pihak lain.

“Kami ingin menjadi penyelenggara yang benar-benar bertanggung jawab kepada jamaah. Karena itu sejak awal kami berkomitmen memiliki izin sendiri dan menjadi kantor pusat, sehingga seluruh pelayanan dapat kami awasi secara maksimal,” tegasnya.

Saat ini, PT Travel Haji dan Umrah Annahda memiliki kantor operasional di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur sebagai pusat pelayanan jamaah di wilayah Nusa Tenggara Barat. Menutup keterangannya, TGH. Abdul Baasith menegaskan bahwa Annahda terus berkomitmen melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Kami menyadari masih terus belajar dan berkembang. Kami tidak mengklaim sebagai yang paling sempurna, tetapi kami berkomitmen untuk terus berbenah, meningkatkan pelayanan, dan menjaga kepercayaan masyarakat. Kami percaya bahwa kualitas dibangun melalui proses yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan Manasik Akbar tersebut, PT Travel Haji dan Umrah Annahda berharap dapat melahirkan jamaah yang lebih siap secara ilmu, fisik, dan spiritual, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah umrah yang profesional, aman, dan sesuai ketentuan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB, H. Lalu Muhamad Amin, dalam sambutannya memaparkan sekaligus memberikan apresiasi atas konsistensi PT Travel Haji dan Umrah Annahda dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada calon jamaah sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Menurutnya, manasik merupakan tahapan yang sangat penting karena tidak hanya memberikan pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah, tetapi juga membentuk kesiapan mental, spiritual, dan teknis para jamaah.

“Manasik bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan fondasi agar jamaah mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah umrah maupun haji secara benar, tertib, dan penuh kekhusyukan,” ujar Amin.

Ia menjelaskan, mayoritas jamaah haji dan umrah di Nusa Tenggara Barat berasal dari kelompok usia 50 hingga 60 tahun, bahkan tidak sedikit yang telah memasuki usia lanjut. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran sehingga diperlukan metode pembinaan yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan dapat dipelajari secara berulang.

Sebagai bentuk inovasi pelayanan, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB akan meluncurkan aplikasi berbasis Android “Manasik Haji Sasambo” yang dapat diakses masyarakat kapan saja dan di mana saja.

“Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk belajar manasik secara mandiri melalui telepon genggam. Dengan aplikasi ini, proses pembelajaran tidak lagi dibatasi ruang dan waktu sehingga jamaah dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum berangkat ke Tanah Suci,” pungkasnya. (Red)