Sering Mengaku Humas dan Terdepan Menjelaskan Proyek, Sosok Berinisial “Eko” Tak Tampak Saat Aksi Damai GAMPNI

"Setiap kami datang ke lokasi, beliau selalu berada di depan, mengaku sebagai humas perusahaan, menerima tamu, menjelaskan proyek, bahkan menyampaikan bahwa pekerjaan ini dipercayakan kepadanya untuk dikoordinasikan di lapangan," ujar Helpin dalam orasinya.

Klikfakta38-Gunungsitoli, Ketidakhadiran seorang pria berinisial “Eko” yang sebelumnya mengaku sebagai humas perusahaan pelaksana Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias menjadi salah satu sorotan dalam aksi damai yang digelar Gerakan Masyarakat Peduli Nias (GAMPNI), Jumat (3/7/2026).

Dalam orasinya di depan gerbang proyek, Pimpinan Aksi GAMPNI, Helpin Zebua, mempertanyakan mengapa sosok yang selama ini disebut-sebut aktif menerima tamu dan memberikan penjelasan mengenai proyek justru tidak hadir ketika masyarakat datang secara resmi untuk menyampaikan aspirasi.

banner 325x300

Menurut Helpin, pada beberapa kunjungan sebelumnya, setiap kali ada masyarakat, aktivis, maupun jurnalis yang datang ke lokasi proyek untuk melakukan konfirmasi atau pemantauan, pria berinisial “Eko” kerap tampil sebagai pihak pertama yang menemui tamu.

Bahkan, menurutnya, pria tersebut beberapa kali memperkenalkan diri sebagai humas perusahaan dan menyampaikan berbagai penjelasan mengenai pelaksanaan proyek kepada pengunjung.

“Setiap kami datang ke lokasi, beliau selalu berada di depan, mengaku sebagai humas perusahaan, menerima tamu, menjelaskan proyek, bahkan menyampaikan bahwa pekerjaan ini dipercayakan kepadanya untuk dikoordinasikan di lapangan,” ujar Helpin dalam orasinya.

Namun, lanjutnya, ketika masyarakat mulai meminta penjelasan lebih rinci mengenai berbagai hasil pemantauan lapangan, pria tersebut disebut tidak lagi memberikan penjelasan secara langsung.

Menurut peserta aksi, pada saat dimintai informasi lebih lanjut mengenai sejumlah persoalan teknis proyek, pria berinisial “Eko” justru menyampaikan bahwa akan ada pihak lain yang memberikan penjelasan dan meminta masyarakat menunggu pihak yang berwenang.

“Ketika diminta menjelaskan lebih jauh, beliau mengatakan nanti ada pihak lain yang akan menjelaskan. Tetapi sampai aksi damai dilaksanakan, pihak yang dijanjikan tidak pernah hadir, bahkan beliau sendiri juga tidak muncul,” kata Helpin.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kekecewaan peserta aksi. Mereka menilai, apabila sebelumnya seseorang telah berperan sebagai penghubung atau menyampaikan informasi kepada masyarakat atas nama perusahaan, maka pada saat aksi damai berlangsung sudah semestinya ada perwakilan perusahaan yang hadir untuk menerima aspirasi dan memberikan penjelasan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, hingga aksi berakhir tidak terlihat kehadiran pria berinisial “Eko”. Tidak tampak pula perwakilan PT Razasa Karya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), manajemen konstruksi, maupun konsultan pengawas yang menerima peserta aksi.

Padahal, menurut peserta aksi, kehadiran pihak-pihak tersebut sangat diperlukan agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung melalui dialog yang terbuka dan konstruktif.

Ketiadaan perwakilan perusahaan di lokasi akhirnya menjadi salah satu faktor yang memicu kekecewaan massa. Situasi kemudian berkembang menjadi tegang setelah muncul seorang pria yang mengaku sebagai warga setempat dan terlibat adu argumen dengan peserta aksi, sebelum akhirnya diamankan oleh personel Polres Nias.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Gunungsitoli, Agustinus Halawa, yang hadir di lokasi menyampaikan bahwa tidak hadirnya pihak perusahaan maupun unsur pelaksana proyek selama aksi berlangsung akan menjadi bahan laporan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh konfirmasi dari pria berinisial “Eko” maupun dari PT Razasa Karya mengenai alasan ketidakhadiran mereka pada saat aksi damai berlangsung. Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak terkait apabila telah diperoleh.

 

Fanolo Dawolo

 

Penulis: Fanolo DawoloEditor: Fanolo Dawolo