Dari Limbah MBG Menjadi Energi Terbarukan, Inovasi Siswa MAN 5 Kampar Menuju Uji SNI

Minyak jelantah Program Makan Bergizi Gratis diolah menjadi biodiesel oleh Tim Riset MAN 5 Kampar dan kini memasuki tahap pengujian laboratorium menuju standar mutu SNI.

Siswa Tim Riset MAN 5 Kampar bersama pembina program memperlihatkan biodiesel hasil pengolahan limbah minyak jelantah MBG sebagai bagian dari inovasi pengelolaan limbah dan pengembangan energi terbarukan di Kabupaten Kampar.

KlikFakta38, Kuntu – Kabupaten Kampar kembali menunjukkan potensinya sebagai daerah yang melahirkan inovasi berbasis pendidikan, lingkungan, dan energi terbarukan. Tim Riset MAN 5 Kampar berhasil mengembangkan bahan bakar biodiesel berbahan baku limbah minyak jelantah yang berasal dari kegiatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Inovasi yang dilaksanakan pada 25 Mei 2026 di MAN 5 Kampar ini menjadi bukti bahwa limbah yang dihasilkan dari operasional dapur MBG dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna, bernilai ekonomi, sekaligus ramah lingkungan. Program tersebut digagas oleh Muhammad Ulil Albab, Guru Pembina Tim Riset MAN 5 Kampar, sebagai upaya menumbuhkan budaya riset, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan energi terbarukan di kalangan peserta didik.

banner 325x300

Melalui kegiatan riset terapan, para siswa terlibat langsung dalam proses pengumpulan bahan baku, pengolahan minyak jelantah, hingga menghasilkan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran sains dan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Minyak jelantah yang diolah berasal dari aktivitas penyediaan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh SPPG Kuntu. Pemanfaatan limbah tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat di bidang pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi melahirkan inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi sirkular di daerah.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian berbagai pihak dan dihadiri oleh Anggota DPRD Kampar Komisi III Eko Sutrisno, S.Sos, Anggota DPRD Kampar Komisi III Gustami Siregar, Kasi Penmad Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Kepala MAN 5 Kampar, Ketua Komite MAN 5 Kampar, serta awak media dari Metro TV, iNews TV, dan Klikfakta38.com.

Inovasi biodiesel ini turut didukung oleh SPPG Kuntu sebagai penyedia bahan baku minyak jelantah serta Mitra SPPG Kuntu yang mendorong terbangunnya kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaksana MBG, dan yayasan dalam pengembangan pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai tambah.

Harun, SKM, menyambut baik kolaborasi tersebut dan berharap inovasi yang lahir dari sinergi berbagai pihak ini dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Sebagai tindak lanjut pengembangan produk, sampel biodiesel yang dihasilkan telah diserahkan ke Politeknik Kampar untuk menjalani pengujian laboratorium dalam rangka memperoleh sertifikasi mutu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Penyerahan sampel tersebut disambut oleh Wakil Rektor II Politeknik Kampar, Nur Asma Deli, ST., M.Sc.

Langkah pengujian laboratorium ini dilakukan untuk memastikan kualitas biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang berlaku, sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut sebagai produk energi alternatif yang layak dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Muhammad Ulil Albab berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah, lembaga pendidikan, serta pelaksana Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah untuk mengembangkan pemanfaatan limbah secara produktif dan berkelanjutan.

Keberhasilan Tim Riset MAN 5 Kampar bersama SPPG Kuntu ini menjadi salah satu contoh bagaimana Kabupaten Kampar mampu mengembangkan nilai tambah dari Program Makan Bergizi Gratis melalui pendidikan, riset, dan inovasi lingkungan. Melalui kolaborasi antara sekolah, pelaksana MBG, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, inovasi biodiesel dari minyak jelantah ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan bagi daerah lain di Indonesia.