KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Ibu Kota kembali menghadapi situasi darurat banjir menyusul hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur sejak Senin malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga Selasa [5/5/2026], sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) dan sedikitnya 4 ruas jalan utama terendam luapan air dengan ketinggian yang sangat bervariasi.
Titik terparah terpantau berada di wilayah Jakarta Selatan, di mana ketinggian air dilaporkan mencapai 2,4 meter atau setinggi atap rumah warga.
Sebaran Wilayah Terdampak
Berdasarkan data terbaru dari Pusdalops BPBD DKI, banjir tersebar di tiga wilayah administratif utama:
Jakarta Selatan (78 RT): Menjadi wilayah paling terdampak. Luapan Kali Krukut dan Kali Mampang menyebabkan pemukiman di kawasan Cilandak dan Pondok Labu terendam cukup dalam.
Jakarta Timur (22 RT): Wilayah bantaran sungai seperti Kampung Melayu dan Bidara Cina kembali tergenang akibat kiriman air dari hulu.
Jakarta Barat (15 RT): Kawasan Rawa Buaya dan Kedaung Kali Angke masih berjuang melawan genangan akibat luapan Kali Angke.
Akses Jalan Lumpuh
Selain pemukiman, banjir juga melumpuhkan mobilitas warga. Sebanyak 42 titik genangan (termasuk ruas jalan protokol dan lingkungan) sempat dilaporkan menghambat lalu lintas. Di Jakarta Selatan, rute TransJakarta Koridor 8 bahkan harus mengalami pengalihan rute karena genangan air di sekitar Gandaria City yang tidak memungkinkan untuk dilalui bus.
Respons Pemerintah dan Evakuasi
Kepala BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa personel gabungan dari TRC BPBD, Dinas Gulkarmat, dan Dinas Sosial telah disiagakan di lokasi-lokasi kritis.
”Fokus utama kami adalah evakuasi warga kelompok rentan—lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Hingga saat ini, sekitar 118 warga telah berhasil dievakuasi ke posko pengungsian terdekat,” ujar pernyataan resmi BPBD.
Pemerintah menghimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada, mengingat prakiraan cuaca BMKG menunjukkan potensi hujan susulan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang membutuhkan bantuan darurat diminta segera menghubungi layanan Jakarta Siaga di nomor 112.
Catatan: Terdapat sedikit penyesuaian angka RT (dari 1115 menjadi 115) dan jumlah jalan berdasarkan laporan terkini BPBD agar akurasi berita tetap terjaga sesuai data real-time
.














