Aksi Damai GAMPNI di Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias Diwarnai Ketegangan, Seorang Warga Diamankan Polisi

Menurut sejumlah saksi di lokasi, pria tersebut menyatakan keberatan karena aksi dianggap mengganggu wilayah tempat tinggalnya. Aparat kepolisian kemudian mengamankan pria tersebut dan membawanya menjauh dari lokasi aksi untuk mencegah terjadinya benturan yang lebih besar.

Klikfakta38 – Gunungsitoli, Aksi damai yang digelar Gerakan Masyarakat Peduli Nias (GAMPNI) di depan gerbang Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias, Jumat (3/7/2026), diwarnai ketegangan setelah seorang pria yang mengaku sebagai warga setempat mendatangi barisan massa aksi dan menghampiri orator saat penyampaian aspirasi berlangsung.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pria tersebut menerobos barisan peserta aksi dan bergerak menuju pimpinan aksi yang saat itu sedang menyampaikan orasi. Situasi sempat memanas ketika pria tersebut terus mendekati orator hingga nyaris terjadi kontak fisik. Beruntung, personel Polres Nias yang melakukan pengamanan aksi segera bertindak dan menghalau yang bersangkutan sehingga situasi dapat dikendalikan.

banner 325x300

Menurut pihak GAMPNI, tindakan pria tersebut dinilai mengganggu jalannya penyampaian pendapat di muka umum yang sedang berlangsung. Organisasi itu menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada Polres Nias.

Sebelum insiden terjadi, orator menyampaikan kekecewaannya karena tidak ada satu pun perwakilan perusahaan pelaksana proyek yang hadir untuk menerima aspirasi masyarakat.

Dalam orasinya, pimpinan aksi menyebut bahwa pada kunjungan-kunjungan sebelumnya terdapat seseorang berinisial “Eko” yang mengaku sebagai humas perusahaan dan beberapa kali berkomunikasi dengan masyarakat maupun awak media di lokasi proyek. Namun saat aksi damai berlangsung, tidak ada pihak perusahaan, manajemen proyek, konsultan manajemen konstruksi, konsultan pengawas, PPK, maupun pejabat lain yang hadir untuk menerima massa aksi.

Bahkan, menurut informasi yang dihimpun di lapangan, pihak Polres Nias telah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan agar mengirimkan perwakilan untuk menerima aspirasi. Upaya serupa juga dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Gunungsitoli yang hadir langsung di lokasi. Namun hingga aksi berlangsung, koordinasi tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak ada pihak yang datang menemui peserta aksi.

Ketiadaan pihak yang berwenang menerima aspirasi menjadi salah satu poin yang disoroti peserta aksi. Mereka menilai penyampaian aspirasi masyarakat seharusnya mendapat respons melalui dialog terbuka agar berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik dapat dijelaskan secara langsung.

Situasi kembali memanas ketika pria yang mengaku sebagai warga setempat terus melakukan protes terhadap jalannya aksi. Menurut sejumlah saksi di lokasi, pria tersebut menyatakan keberatan karena aksi dianggap mengganggu wilayah tempat tinggalnya. Aparat kepolisian kemudian mengamankan pria tersebut dan membawanya menjauh dari lokasi aksi untuk mencegah terjadinya benturan yang lebih besar. Selama proses pengamanan, pria itu disebut masih melakukan perlawanan secara verbal kepada petugas.

Demi menjaga situasi tetap kondusif, pimpinan aksi akhirnya memutuskan menghentikan penyampaian aspirasi di lokasi proyek. Dalam pernyataannya kepada peserta aksi, ia menyampaikan bahwa GAMPNI akan menjadwalkan kembali aksi lanjutan pada pekan berikutnya serta menempuh langkah hukum atas dugaan penghambatan terhadap penyampaian pendapat di muka umum.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Gunungsitoli, Agustinus Halawa, yang hadir di lokasi, menyampaikan bahwa tidak hadirnya pihak perusahaan, PPK, maupun unsur manajemen konstruksi selama aksi berlangsung akan menjadi bahan laporan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara selaku instansi yang memiliki kewenangan sebagai pengguna anggaran.

Menurutnya, hasil pemantauan tersebut perlu disampaikan kepada pimpinan di tingkat provinsi sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari PT Razasa Karya, PPK, maupun pihak manajemen konstruksi terkait alasan tidak hadirnya perwakilan mereka untuk menerima aspirasi masyarakat. Awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.

 

Fanolo Dawolo

Penulis: Fanolo DawoloEditor: Fanolo Dawolo