KLIKFAKTA38 – Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika internasional Thailand–Indonesia dengan menyita 325 kilogram sabu dalam operasi gabungan di kawasan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh. Pengungkapan tersebut menjadi salah satu operasi terbesar menjelang peringatan HUT ke-80 Polri.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengatakan pengungkapan kasus merupakan hasil penyelidikan sejak awal Juni 2026 yang dilakukan bersama Tim 1 Satgas NIC, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe. Petugas kemudian melakukan penghadangan terhadap sebuah mobil Honda HR-V yang keluar dari kawasan Pantai Blang Mangat pada 23 Juni 2026.
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap dua tersangka berinisial JF dan Z. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 325 bungkus sabu berkemasan teh China yang disimpan dalam 13 karung goni. Hasil uji awal menunjukkan barang bukti tersebut positif mengandung metamfetamin dan amfetamin dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp585 miliar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sabu diduga dijemput di perairan perbatasan Indonesia–Thailand menggunakan metode ship-to-ship sebelum dibawa ke pesisir Aceh untuk didistribusikan lebih lanjut. Penyidik juga telah menetapkan dua orang yang diduga sebagai pengendali jaringan, berinisial MJ dan MHL, dalam daftar pencarian orang (DPO).
Baca juga: Razman Arif Resmi Ditahan di Cipinang Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik Hotman Paris
Selain mengamankan narkotika, penyidik turut menyita satu unit mobil Honda HR-V, sebuah kapal jenis oskadon, dan sejumlah telepon seluler yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas jaringan tersebut. Polisi juga masih menelusuri aliran dana, rekening transaksi, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika lintas negara ini.
Bareskrim Polri menegaskan pengembangan perkara terus dilakukan guna memburu para buronan dan memutus jaringan penyelundupan narkotika internasional yang memanfaatkan jalur laut di wilayah Aceh sebagai pintu masuk ke Indonesia.














