KLIKFAKTA38-GUNUNGSITOLI, Kisah haru yang dialami Erika Mendrofa menjadi pengingat bahwa masih banyak anak-anak berprestasi di Kota Gunungsitoli yang harus berjuang keras mempertahankan pendidikannya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Kondisi tersebut mendorong tokoh masyarakat dan pengusaha asal Nias, Yusman Dawolo atau Bang YD, mengajak Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk memperluas program beasiswa bagi seluruh siswa kurang mampu, baik yang bersekolah di negeri maupun swasta. Ajakan itu disampaikan Bang YD saat menyerahkan bantuan pendidikan kepada Erika Mendrofa melalui Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, Senin (1/6/2026).
Bantuan tersebut diberikan agar Erika tetap dapat melanjutkan sekolah dan mengikuti ujian kenaikan kelas. Menurut Bang YD, negara dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena kemiskinan.
“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak cerdas berhenti sekolah karena persoalan biaya. Pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, saya berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli dapat menghadirkan program beasiswa yang menjangkau seluruh siswa kurang mampu, baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta,” ujarnya.
Bang YD mengatakan, bantuan yang diberikan kepada Erika hanyalah solusi sementara untuk satu anak. Sementara di berbagai pelosok Kota Gunungsitoli masih banyak siswa lain yang menghadapi persoalan serupa dan membutuhkan perhatian yang lebih sistematis melalui kebijakan pemerintah.
“Jika satu Erika berhasil kita bantu hari ini, mungkin masih ada puluhan bahkan ratusan Erika lainnya yang belum terlihat. Mereka memiliki prestasi, semangat, dan cita-cita besar, tetapi terkendala biaya pendidikan. Karena itu diperlukan kebijakan yang mampu menjangkau mereka semua,” katanya.
Menurutnya, investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah daerah bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
Bang YD menilai program beasiswa harus diberikan berdasarkan kondisi ekonomi dan prestasi siswa tanpa membedakan status sekolah.
Sebab, banyak keluarga kurang mampu yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta karena alasan ketersediaan sekolah, kedekatan lokasi, maupun pilihan pendidikan tertentu.
“Anak yang berasal dari keluarga miskin tetaplah anak Kota Gunungsitoli, apakah ia sekolah di negeri atau swasta. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Kisah Erika Mendrofa menjadi bukti bahwa bantuan pendidikan dapat mengubah arah kehidupan seorang anak. Dengan mata berkaca-kaca, siswi berprestasi tersebut mengaku bersyukur karena masih memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mengejar cita-citanya.
Bagi Bang YD, pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, melainkan strategi utama memutus rantai kemiskinan yang selama ini menjadi tantangan besar di Kota Gunungsitoli dan Pulau Nias.
“Ketika kita membantu seorang anak tetap bersekolah, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan masa depan keluarga itu. Ketika pemerintah membantu ratusan anak bertahan di bangku pendidikan, sesungguhnya pemerintah sedang membangun masa depan Kota Gunungsitoli,” katanya.
Ia berharap kisah Erika dapat menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama Pemerintah Kota Gunungsitoli, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan program beasiswa yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Saya bermimpi suatu hari nanti tidak ada lagi anak di Kota Gunungsitoli yang terancam putus sekolah karena kemiskinan. Setiap anak harus diberi kesempatan untuk bermimpi, belajar, dan meraih masa depan yang mereka cita-citakan,” ujar Bang YD.
Kisah Erika mungkin hanya satu cerita di antara banyak kisah lainnya. Namun dari kisah itulah muncul sebuah pesan penting, jangan biarkan kemiskinan menjadi alasan terhentinya pendidikan anak-anak di Gunungsitoli. Sebab masa depan daerah ini sesungguhnya sedang tumbuh di ruang-ruang kelas yang hari ini membutuhkan perhatian bersama.
F. Nazara













