Klikfakta38, Jakarta, 7 Agustus 2026 – Kebakaran hebat melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis Nomor 66, RT 003/RW 003, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam.
Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta melalui saluran Jakarta Siaga 112 pada pukul 21.30 WIB. Petugas Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat tiba di lokasi pada pukul 21.40 WIB dan langsung melakukan penanganan awal.
Respons Cepat dan Penambahan Armada
Melihat kobaran api yang dengan cepat membesar dan menjalar di lantai bagian atas gedung, Dinas Gulkarmat terus menambah armada penjinak si jago merah.
Pengerahan Awal: 2 unit kendaraan pemadam dengan 10 personel.
Pengembangan Fleets: Bertambah hingga 20 unit armada damkar dan 100 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api serta melokalisasi perambatan.
Hingga tengah malam, petugas masih berjibaku menyemprotkan air ke titik api di tengah kepulan asap hitam yang membumbung tinggi. Puing-puing kaca serta material bangunan yang terbakar terlihat berjatuhan ke area halaman gedung dan jalanan di sekitarnya.
Kondisi di Lokasi dan Rekayasa Lalu Lintas
Dampak dari musibah kebakaran ini membuat arus lalu lintas di kawasan sekitar mengalami penyesuaian:
Penutupan Jalan: Jalan Abdul Muis di sekitar lokasi kejadian ditutup total oleh petugas kepolisian untuk mempermudah akses armada damkar dan menjaga keselamatan pengendara. Pengendara diimbau mencari jalur alternatif.
Proses Evakuasi: Petugas Damkar dan kepolisian di lapangan terus memantau area dan melakukan upaya evakuasi serta penyisiran gedung.
Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mengonfirmasi musibah yang menimpa kantornya tersebut dan langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk memantau situasi secara langsung.
“Iya. Saya menuju kantor,” ujar Lusiana saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api serta total kerugian material masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.




















