Mataram, 14 Juni 2026 – Pelaksanaan Masa pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 15 Mataram tahun ini menghadirkan suasana berbeda. Pertamakalinya, sekolah mengahadirkan konsep motivasi melalui dongeng interaktif bekerja sama dengan Kampung Dongeng Batur Lombok, menghadirkan Kak Fadli yang ditemani Bajang, boneka tangan yang menjadi tokoh dalam cerita.
Inovasi ini mejadi warna baru dalam rangkaian MPLS yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter kepada murid baru dengan cara yang menyenangkan. Tidak sekedar mendengarkan dongeng, peserta juga diajak mengikuti permainan edukatif dan icebreaking yang membangun semangat kebersamaan.
Salah satu kegiatan menarik adalah team building dengan membuat rantai dari potongan kertas sebagai simbol kerja sama dan kuatnya ikatan antar teman. Aktivitas sederhana ini berhasil mengajarkan pentingnya membangun kekompakan dalam sebuah tim.
Momen yang tak kalah berkesan hadir ketika seluruh murid baru diminta menuliskan harapan mereka kedepan. Kertas-kertas berisi cita-cita dan impian yang kemudian ditempel pada Papan Harapan, menjadi simbol komitmen dalam meraih masa depan yang lebih baik. Murid terpilih pun tampil membacakan harapannya di depan teman-teman.
Selain melatih keberanian berbicara didepan umum, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri. Dengan pendekatan yang hangat, komunikatif, dan penuh keceriaan, Kak Fadli dan Bajang berhasil mencairkan suasana. Murid baru cepat beradaptasi dan berani berinteraksi dengan teman-teman baru. Nilai-nilai karakter yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan mereka sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
Kepala SMPN 15 Mataram Hj. Sri Wahyu Indriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan MPLS yang ramah anak, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Materi Rukun Sama Teman kali ini panitia kemas dengan cara yang berbeda melalui kegiatan mendongeng bersama narasumber dari Kampung Dongeng. Respon murid baru sangat luar biasa, mereka antusias, kompak, dan berani mengungkapkan pendapat”, ujarnya.
Melalui cerita yang disampaikan kata Sri, anak-anak belajar pentingnya saling menghargai, berututur kata yang sopan, berbuat baik kepada teman, juga menolak segala bentuk perundungan. Ini menjadi pengalaman baru dalam pelaksanaan MPLS di SMPN 15 Mataram.
“Anak-anak tidak merasa jenuh, tetapi justru lebih mudah menyerap nilai-nilai karakter yang kami harapkan tertanam dalam kehidupan mereka disekolah maupun dirumah,” ucapnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua OSIS SMPN 15 Mataram, Shirene, yang turut mendampingi jalannya kegiatan.
“Saya senang sekali karena baru pertama kali ikut mendampingi MPLS yang menghadirkan Kak Fadli dari Kampung Dongeng. Caranya menyampaikan materi juga sangat menarik karena mengajak kami terus berinteraksi, sehingga tidak ada yang merasa bosan. Kami berharap Kak Fadli bisa kembali ke SMPN 15 Mataram dengan materi inspiratif lainnya,” ungkap Shirene.
Kesan positif juga dirasakan oleh murid baru, hal itu datang dari Syaqilla dari Gugus A, yang mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan selama MPLS.
“Kegiatan hari ini sangat seru dan bermanfaat. Dongeng yang dibawakan membuat kami semakin semangat menjadi murid baru di SMPN 15 Mataram. Bagian yang paling berkesan ketika kami diminta menulis harapan lalu menempelkannya di papan harapan. Itu menjadi cara yang indah untuk menyampaikan impian kami. Saya berharap kita semu bisa saling mendukung, tidak ada perundungan, tidak ada teman yang merasa sendirian, dan kami bisa rukun sampai lulus nanti,” tuturnya.
Melalui gebrakan baru ini, SMPN 15 Mataram kembali menunjukkan bahwa MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan keberanian, semangat kebersamaan, empati, dan karakter positif yang akan menjadi bekal penting bagi murid dalam menempuh perjalanan pendidikan.
Dengan menghadirkan metode belajar yang kreatif dan menyenangkan, SMPN 15 Mataram membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan sejak hari pertama sekolah. Inovasi ini diharapkan dapat menginspirasi bahwa MPLS menjadi momentum awal membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, bebas perundungan, dan penuh semangat kebersamaan. (Red)

















