KLIKFAKTA38 – JAKARTA — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh putra-putri terbaik bangsa di panggung sains dunia. Delegasi pelajar Indonesia sukses memborong lima medali dalam ajang bergengsi 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026 yang berlangsung di Bucaramanga, Kolombia, pada 4–12 Juli 2026.
Dalam kompetisi ketat yang diikuti oleh 381 peserta dari 93 negara tersebut, Tim Indonesia berhasil mengamankan satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
Torehan ini menandai peningkatan prestasi yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Taklukkan Ujian Ekstrem dan Perbedaan Waktu Keberhasilan ini tidak didapatkan dengan mudah.
Seluruh peserta harus melewati rangkaian ujian teori dan eksperimen fisika tingkat tinggi yang masing-masing berlangsung selama lima jam. Materi yang diujikan mencakup bidang-bidang rumit seperti mekanika, termodinamika, elektromagnetik, optik, hingga fisika kuantum.
Selain materi ujian yang menguras otak, para siswa juga harus beradaptasi dengan tantangan fisik yang berat, termasuk perbedaan waktu (jetlag) hingga 12 jam antara Indonesia dan Kolombia. Medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Evan Syatia To dari SMAK Penabur Gading Serpong, yang bahkan mencatatkan nilai teori nyaris sempurna.
“Perjalanannya sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN). Saya sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia,” ujar Evan saat menceritakan perjuangannya.
Peningkatan performa luar biasa juga ditunjukkan oleh Gusti Komang Abhika Atmaja. Setelah tahun lalu hanya membawa pulang predikat Honorable Mention, tahun ini ia sukses meningkatkan kualitasnya dan menyabet medali perak.
Sementara itu, dua medali perunggu berhasil disumbangkan oleh Arrow Dunatos Pascha Kristian (SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin Jakarta) dan Juan Richie (SMAS Kristen Immanuel Pontianak).
Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Kepulangan tim sekembalinya ke tanah air langsung disambut hangat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa hasil ini merupakan buah dari pembinaan yang matang dan berkelanjutan.
“Menjadi awal yang baik dengan torehan satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu. Tentunya raihan prestasi ini akan membangkitkan semangat adik-adik yang akan berkompetisi ke ajang talenta internasional lainnya,” kata Irene.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kolombia, Tatang Budie Utama Razak, yang mendampingi tim selama di Bucaramanga, turut menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan kualitas talenta muda Indonesia di bidang sains tidak kalah bersaing di tingkat global. Ia berharap momentum ini mendorong pemerintah untuk terus menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.














