Diduga Dipicu Perundungan, Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Diamankan Polisi

KLIKFAKTA38 – PADANG — Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Sumatera Barat, mendadak gempar pada Selasa (14/7/2026) pagi. Sebuah ledakan yang bersumber dari bom rakitan berkekuatan rendah (low explosive) meledak di area sekolah, tepatnya di depan ruang kelas XII IPS sekitar pukul 10.15 WIB.

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku yang ternyata merupakan salah satu siswa sekolah tersebut berinisial R (17). Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

banner 325x300

Kronologi Kejadian: Satu Meledak, Tiga Dijinakkan

Peristiwa mencekam ini terjadi tepat saat jam istirahat sekolah. Pelaku, yang merupakan siswa kelas XII, diduga membawa empat buah bom rakitan aktif di dalam tas sekolahnya.

Pukul 10.15 WIB: Salah satu bom rakitan yang dibawa R meledak di depan kelas XII IPS. Dentuman keras terdengar di lingkungan sekolah disusul kepulan asap tebal, memicu kepanikan massal di antara para siswa dan guru.

Pukul 10.30 WIB: Petugas keamanan sekolah segera melaporkan kejadian ke Polresta Padang. Area sekolah langsung disterilkan dan siswa dievakuasi ke luar gerbang.

Pukul 11.00 WIB: Tim Gegana Brimob Polda Sumatera Barat dan Tim Inafis tiba di lokasi untuk mengamankan sisa bahan peledak. Dari tas pelaku, polisi menemukan tiga bom rakitan aktif lainnya—termasuk jenis bom molotov dan bom berisi mesiu serta kelereng sebagai proyektil tajam—yang berhasil dijinakkan sebelum sempat diledakkan.

Motif Pelaku: Akumulasi Bullying

Berdasarkan penyelidikan awal Polresta Padang bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, aksi nekat R dipastikan tidak berkaitan dengan jaringan terorisme global maupun domestik.

Kapolresta Padang menjelaskan bahwa tindakan pelaku murni merupakan aksi mandiri (lone wolf) yang dipicu oleh masalah psikologis sosial di lingkungan sekolah.

“Anak ini merasa sering menjadi objek perundungan (bullying) oleh rekan-rekannya. Karena merasa tertekan, ia mengambil jalan pintas dengan merakit bom skala kecil untuk meluapkan kekesalan sekaligus menunjukkan eksistensi diri,” ujar pihak kepolisian dalam konferensi pers, Rabu (15/7/2026).

R diketahui mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui panduan yang tersebar di internet. Ia merakit bahan-bahan tersebut secara diam-diam di kamarnya tanpa sepengetahuan orang tua maupun keluarganya.

Baca juga: KEJAGUNG KLARIFIKASI STATUS FEBRIE ADRIANSYAH: SPRINDIK BARU TIDAK GUGURKAN STATUS TERSANGKA

Tanggapan Pihak Sekolah dan Kemenag

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Menurutnya, selama bersekolah, R dikenal sebagai pribadi yang pendiam namun berperilaku baik. Pihak sekolah juga menyatakan tidak pernah menerima laporan resmi terkait dugaan perundungan yang dialami oleh R.

Menanggapi insiden ini, Wakil Menteri Agama (Wamenag) meminta agar kasus ini diusut secara tuntas dan utuh. Beliau menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan sekolah serta penanganan kesehatan mental dan pencegahan perundungan di lingkungan madrasah agar sekolah kembali menjadi ruang yang aman dan ramah bagi anak.

Saat ini, Polresta Padang bersama dinas terkait tengah menyiapkan pendampingan psikologis khusus bagi R sebagai langkah rehabilitasi, mengingat posisinya yang masih di bawah umur dan diduga kuat merupakan korban tekanan sosial yang ekstrem.

 

 

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi