Klikfakta38 – JAKARTA — Atlet taekwondo andalan Indonesia, Andi Sultan, sukses menyumbang medali emas bagi kontingen Merah Putih dalam ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Bertanding di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Minggu (2/8/2026), Andi tampil memukau di nomor Poomsae Freestyle Individual Men Over 17.
“Kemenangan Andi Sultan memastikan podium tertinggi bagi Indonesia di ajang berlevel World Taekwondo (WT) G2 sekaligus menjadi modal penting perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Performa Gemilang di Babak Final
Dalam partai puncak, Andi Sultan menunjukkan akurasi gerakan dan teknik freestyle yang presisi di hadapan para juri internasional. Ia sukses mengunci gelar juara setelah membukukan skor akhir 8,540 poin. Raihan poin tinggi tersebut tak mampu dikejar oleh lawan-lawannya dari berbagai negara di kawasan Asia.
Usai pengumuman nilai, Andi langsung mengibarkan bendera Merah Putih di tengah gemuruh dukungan penonton tuan rumah.
Dominasi Merah Putih di Nomor Poomsae
Keberhasilan Andi Sultan melengkapi dominasi tim poomsae Indonesia pada kejuaraan yang berlangsung sepanjang 1–5 Agustus 2026 ini. Berdasarkan rekapitulasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), tim tuan rumah menutup persaingan nomor poomsae dengan total 18 medali (7 emas, 4 perak, dan 7 perunggu).
Baca Juga: Ketua Komisi III DPR Minta Pembuat Konten Rekam SPG Tanpa Izin Diproses Hukum
Selain Andi Sultan, enam medali emas lainnya di nomor poomsae disumbangkan oleh:
Supratino Djoko (Individual Male Over 65)
Rhozy Muhammad Harfizh Fachriur (Individual Male Under 30)
Harsono Daniel (Individual Male Under 50)
A. Md Ridwan (Individual Male Under 65)
Rochmah IR. Siti (Individual Female Under 60)
A.K. Nathania / A. Hannayaka (Pair Under 30)
Modal Berharga Menuju Pentas Dunia
Pencapaian ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga taekwondo di Asia, khususnya pada kategori seni (poomsae). Ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 ini tidak hanya menjadi panggung pembuktian bagi para atlet nasional, tetapi juga menjadi sarana pengumpulan poin bergengsi menuju Kejuaraan Dunia Taekwondo dan kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.














