Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Gas LPG 3 Kg Langka di Masyarakat, Puluhan Tabung Justru Keluar dari Pangkalan: Ada Apa dengan Distribusi Gas Subsidi di Gunungsitoli?

badge-check

Gas LPG 3 Kg Langka di Masyarakat, Puluhan Tabung Justru Keluar dari Pangkalan: Ada Apa dengan Distribusi Gas Subsidi di Gunungsitoli? Perbesar

Klikfakta38 – Gunungsitoli, Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kota Gunungsitoli yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir semakin memicu keresahan masyarakat. Di tengah sulitnya mendapatkan gas subsidi tersebut, harga di tingkat pengecer justru melonjak dan ditemukan mencapai Rp30.000 per tabung.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terhadap pola distribusi LPG 3 kilogram mulai dari agen, pangkalan hingga ke tangan masyarakat.

Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan harga. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG meskipun pasokan baru saja tiba di pangkalan.

Warga bahkan menemukan LPG 3 kilogram diperjualbelikan di luar pangkalan resmi dengan harga yang bervariasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena masyarakat penerima manfaat harus membeli gas subsidi dengan harga lebih tinggi.

Salah satu peristiwa yang semakin memperkuat keresahan warga terjadi di Pangkalan LPG UD Fidel, Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli.

Sebuah rekaman video memperlihatkan puluhan tabung LPG 3 kilogram hendak diangkut menggunakan becak motor.

Dalam rekaman tersebut, seorang warga berbaju merah terlihat memprotes keras pengangkutan tabung LPG tersebut. Warga mempertanyakan mengapa puluhan tabung dapat diangkut sekaligus, sementara masyarakat sekitar mengaku kesulitan mendapatkan satu tabung.

Protes warga akhirnya membuat puluhan tabung LPG tersebut diturunkan kembali ke pangkalan.

Peristiwa itu sontak menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi kelangkaan LPG 3 kilogram yang dirasakan masyarakat.

Warga kemudian mempertanyakan, jika LPG subsidi sulit diperoleh masyarakat, untuk siapa puluhan tabung tersebut dibawa keluar dari pangkalan?

Keluhan warga juga mengarah pada pola distribusi di sejumlah pangkalan.

Warga mengaku pernah mendatangi pangkalan setelah mengetahui adanya pengiriman LPG dari agen resmi. Namun, tidak lama setelah pasokan tiba, masyarakat justru mendapatkan jawaban bahwa stok LPG telah kosong.

Di sisi lain, LPG 3 kilogram masih ditemukan diperjualbelikan di luar pangkalan resmi dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai jalur LPG setelah diterima pangkalan.

Apakah LPG tersebut benar-benar dijual kepada masyarakat yang berhak, atau justru sebagian keluar dalam jumlah besar melalui jalur lain?

Pertanyaan tersebut kini menjadi bagian dari keresahan masyarakat dan perlu dijawab berdasarkan data distribusi yang sebenarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Karnius Zalukhu, ST, mengatakan pihaknya saat ini sedang menelusuri penyebab kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di Kota Gunungsitoli.

“Kita sedang menelusuri benang merah penyebab kelangkaan gas LPG 3 kilogram ini. Kita berkoordinasi dengan tim terpadu untuk melihat sebenarnya di mana persoalannya,” ujar Karnius saat ditemui awak media di Kantor Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Kamis (20/08/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari sisi ketersediaan barang, tetapi juga akan melihat bagaimana LPG tersebut didistribusikan sampai ke masyarakat.

“Kita sedang koordinasikan dengan tim terpadu. Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan rapat darurat untuk merespons kondisi kelangkaan ini, termasuk kenaikan harga yang cukup signifikan di tingkat pengecer maupun pihak yang tidak resmi,” tegas Karnius.

Karnius menegaskan bahwa pengawasan terhadap pangkalan telah dilakukan. Pihaknya juga telah memberikan imbauan agar pangkalan menjalankan distribusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita sudah melakukan pengawasan dan juga sudah memberikan imbauan kepada pangkalan agar pendistribusian LPG 3 kilogram dilakukan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Namun demikian, ketika ditanya mengenai kemungkinan pemberian sanksi tegas terhadap pangkalan atau pihak lain yang nantinya ditemukan melakukan pelanggaran, Karnius mengatakan keputusan tersebut masih menunggu instruksi dari Pemerintah Kota Gunungsitoli.

“Kalau terkait sanksi tegas, kita masih menunggu instruksi dari pemerintah kota, dalam hal ini Bapak Wali Kota Gunungsitoli melalui Tim Terpadu yang sudah dibentuk pada tahun 2025 lalu,” jelas Karnius.

Sementara itu, awak media juga telah berupaya meminta klarifikasi kepada pemilik Pangkalan LPG UD Fidel terkait peristiwa puluhan tabung LPG yang terlihat hendak diangkut menggunakan becak motor.

Konfirmasi dilakukan melalui WhatsApp pada Kamis (20/08/2026), dengan meminta penjelasan mengenai peristiwa tersebut, termasuk tujuan pengangkutan dan pihak yang menerima tabung LPG tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pemilik UD Fidel tidak memberikan respons terhadap pesan konfirmasi yang disampaikan awak media.

Tidak adanya jawaban tersebut menjadi catatan dalam pemberitaan ini. Pihak UD Fidel tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi apabila ingin menjelaskan persoalan tersebut kepada publik.

Persoalan LPG 3 kilogram di Gunungsitoli kini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan imbauan agar tidak membeli LPG dengan harga tinggi, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa distribusi LPG subsidi berjalan sesuai sasaran.

Jika pasokan dari agen resmi memang tersedia, maka harus dapat diketahui berapa jumlah yang diterima setiap pangkalan, berapa yang dijual kepada masyarakat, kepada siapa LPG dalam jumlah besar disalurkan, serta ke mana LPG tersebut kemudian beredar.

Terlebih lagi, ketika masyarakat di sekitar pangkalan mengaku kesulitan memperoleh LPG sementara puluhan tabung dapat terlihat diangkut keluar pangkalan.

Karena itu, rencana rapat darurat dan penelusuran yang disampaikan Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan bersama Tim Terpadu diharapkan dapat membuka secara terang persoalan distribusi LPG 3 kilogram di Kota Gunungsitoli.

Masyarakat kini menunggu satu hal: bukan hanya kapan gas tersedia kembali, tetapi siapa yang menyebabkan gas subsidi tersebut sulit sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

 

Helpin Zebua

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPO Bareskrim: Basri Lewaimang, Bandar Narkoba Jaringan Tempat Hiburan Batam

20 Agu 2026 - 01:56 WIB

DPO Bareskrim: Basri Lewaimang, Bandar Narkoba Jaringan Tempat Hiburan Batam

Kisah Kejujuran Pengendara Ojek Online Kembalikan iPhone 17 Milik Turis Australia di Bali

20 Agu 2026 - 01:53 WIB

Kisah Kejujuran Pengendara Ojek Online Kembalikan iPhone 17 Milik Turis Australia di Bali

Diterjang Hujan Ekstrem, Banjir Bandang dan Tanah Longsor di China Timur Tewaskan 1 Orang, 3 Hilang

20 Agu 2026 - 01:51 WIB

Diterjang Hujan Ekstrem, Banjir Bandang dan Tanah Longsor di China Timur Tewaskan 1 Orang, 3 Hilang

Pria Tanpa Baju di Lenteng Agung Mengamuk dan Tendang Kepala Pemotor, Polisi Turun Tangan

20 Agu 2026 - 01:49 WIB

Pria Tanpa Baju di Lenteng Agung Mengamuk dan Tendang Kepala Pemotor, Polisi Turun Tangan

Penembakan di Sekolah Zamboanga Filipina: Siswa Tewas, Pelaku Bunuh Diri Saat Live Facebook

20 Agu 2026 - 01:44 WIB

Penembakan di Sekolah Zamboanga Filipina: Siswa Tewas, Pelaku Bunuh Diri Saat Live Facebook
Trending di Fakta Utama