KLIKFAKTA38 – JAKARTA — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengumumkan penutupan operasional Stasiun Karet bagi layanan naik dan turun penumpang Commuter Line mulai 1 September. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penataan ulang jaringan transportasi rel terpadu dan optimalisasi alur penumpang di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Dengan berlakunya kebijakan tersebut, seluruh perjalanan Commuter Line relasi Cikarang/Bekasi maupun Rangkasbitung tidak lagi melakukan pemberhentian di Stasiun Karet. Para pengguna jasa yang biasa memanfaatkan stasiun ini diimbau untuk beralih ke stasiun terdekat.
Opsi Stasiun Alternatif
Stasiun BNI City: Berjarak sekitar 300 meter dari Stasiun Karet. Stasiun ini telah terintegrasi penuh untuk melayani penumpang Commuter Line dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Stasiun Sudirman: Berjarak sekitar 800 meter. Menjadi pilihan utama bagi pengguna yang membutuhkan konektivitas langsung ke MRT Jakarta (Stasiun BKT), LRT Jabodebek (Stasiun Dukuh Atas), serta TransJakarta.
VP Corporate Secretary KCI menjelaskan bahwa fasilitas di Stasiun BNI City telah ditingkatkan untuk menampung potensi lonjakan penumpang dari Stasiun Karet. Peningkatan tersebut mencakup penambahan area gate elektronik, loket penjualan tiket, serta penyelarasan area peron guna memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna.
“Pengalihan operasional ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan kereta serta mengurai kepadatan di jalur kRL wilayah Dukuh Atas dan sekitarnya,” ujar pihak manajemen dalam keterangan resminya.
Guna mengantisipasi kebingungan masyarakat pada hari pertama pemberlakuan, KCI menyiagakan petugas pemandu (passenger service) dan memperbanyak papan informasi petunjuk arah di Stasiun Karet, BNI City, dan Sudirman. Penumpang disarankan untuk menyesuaikan kembali estimasi waktu perjalanan serta memantau pembaruan jadwal real-time melalui aplikasi C-Access
Yuyun Iriyanti



















