Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Jadi “Lautan Penumpang” Imbas Penutupan Penerbangan

badge-check

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Jadi “Lautan Penumpang” Imbas Penutupan Penerbangan Perbesar

KLIKFAKTA38 – TANGERANG, 8 September 2026— Ribuan calon penumpang memadati area keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, usai otoritas penerbangan memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Langkah penutupan ruang udara (airspace closure) ini diambil guna mengantisipasi bahaya materi vulkanik yang melayang di jalur lintasan pesawat. Keputusan penutupan sementara ini berlaku secara bertahap dan terus diperpanjang demi alasan keselamatan navigasi penerbangan.

Penumpukan Penumpang dan Antrean Mengular

Pantauan di area Terminal 3 Soekarno-Hatta menunjukkan antrean panjang calon penumpang yang hendak melakukan reschedule (penjadwalan ulang) maupun proses pengembalian dana (refund) tiket. Antrean mengular puluhan meter di sekitar konter check-in dan layanan pelanggan maskapai.

Layar papan informasi penerbangan di ruang tunggu didominasi warna merah dengan status canceled (dibatalkan) atau delayed (ditunda) untuk berbagai rute domestik maupun internasional.

“Kami terpaksa menumpuk di terminal karena kepastian terbang belum ada. Pihak maskapai menginfokan kalau jalur udara masih tertutup abu vulkanik yang berbahaya bagi mesin pesawat,” ujar Rizky (34), salah satu calon penumpang rute Jakarta-Surabaya di lokasi.

Ancaman Abu Vulkanik Terhadap Penerbangan

Penutupan operasional ini merujuk pada peringatan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) dan hasil paper test yang menunjukkan paparan partikel abu vulkanik halus mengarah ke wilayah udara sekitar Banten dan Jabodetabek. Abu vulkanik sangat berbahaya bagi penerbangan karena mengandung materi silika halus yang dapat menyebabkan kerusakan fatal pada mesin jet (jet engine failure) serta mengganggu pandangan pilot.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama PT Angkasa Pura Indonesia terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik menggunakan pemantauan citra satelit dan kordinasi berkala dengan BMKG serta PVMBG.

Langkah Antisipasi dan Layanan Penumpang

Pihak pengelola bandara membagikan snack box, air mineral, serta menyediakan area istirahat darurat di beberapa titik terminal untuk mengurangi penumpukan massa.

Masyarakat dan pengguna jasa penerbangan diimbau untuk tidak langsung datang ke bandara tanpa memastikan status penerbangan mereka terlebih dahulu. Calon penumpang diminta aktif memantau kanal resmi maskapai atau menghubungi pusat layanan pelanggan (call center) untuk konfirmasi jadwal keberangkatan susulan.

 

Yuyun Iriyanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Banjir Terjang Nias Barat: 13 Desa Terendam, 595 KK Terdampak, dan 36 Rumah Rusak

9 Sep 2026 - 07:12 WIB

Banjir Terjang Nias Barat: 13 Desa Terendam, 595 KK Terdampak, dan 36 Rumah Rusak

Lima Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan Dua Kapal Pencari

9 Sep 2026 - 07:10 WIB

Lima Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan Dua Kapal Pencari

Air Laut Sulawesi Tenggara Mendadak Surut, Sejumlah Kapal Kandas di Tengah Pelayaran

9 Sep 2026 - 07:06 WIB

Air Laut Sulawesi Tenggara Mendadak Surut, Sejumlah Kapal Kandas di Tengah Pelayaran

PRESIDEN PRABOWO MINTA HIMBARA SIAPKAN REKENING KORAN WARGA UNTUK OPTIMALISASI BANSOS

9 Sep 2026 - 06:32 WIB

PRESIDEN PRABOWO MINTA HIMBARA SIAPKAN REKENING KORAN WARGA UNTUK OPTIMALISASI BANSOS

Diduga Dipicu Puntung Rokok, TPA Galuga Bogor Terbakar Hingga Kerahkan Water Bombing

9 Sep 2026 - 06:28 WIB

Diduga Dipicu Puntung Rokok, TPA Galuga Bogor Terbakar Hingga Kerahkan Water Bombing
Trending di Fakta Utama