KLIKFAKTA38 – NIAS BARAT — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, sejak Minggu (6/9/2026), memicu luapan Sungai Lahomi dan Sungai Moro’o. Musibah ini merendam sedikitnya 13 desa yang tersebar di 4 kecamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bencana banjir ini mencatat sebanyak 595 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan 36 unit rumah warga mengalami kerusakan.
Genangan air setinggi puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga merusak sejumlah akses jalan antardesa dan jalan provinsi yang menghubungkan antarwilayah. Beberapa infrastruktur utama jalan dilaporkan terganggu dan mengalami kerusakan fisik berat akibat diterjang arus banjir.
Tanggap Darurat 7 Hari
Menanggapi situasi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Nias Barat resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama tujuh hari. Langkah ini diambil guna mempercepat pengerahan personel, evakuasi warga, serta pendistribusian bantuan logistik ke lokasi-lokasi terisolasi.
BPBD Kabupaten Nias Barat bersama personel TNI, Polri, dan unsur relawan telah diterjunkan ke lapangan. Tim gabungan memfokuskan tindakan pada penyaluran bantuan bahan pangan, penyediaan air bersih, serta pendataan pemukiman dan infrastruktur jalan yang rusak.
Hingga Selasa (8/9/2026), pihak pemerintah daerah terus memantau debit air sungai dan mengimbau warga—terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai—untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan seiring kondisi cuaca yang masih dinamis.
Yuyun Iriyanti




















