Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

KAPUAS KELAM: SUNGAI TERPANJANG INDONESIA MENGERING, PULUHAN KAPAL TERDAMPAR DAN KRISIS AIR MENGANCAM

badge-check

KAPUAS KELAM: SUNGAI TERPANJANG INDONESIA MENGERING, PULUHAN KAPAL TERDAMPAR DAN KRISIS AIR MENGANCAM Perbesar

KLIKFAKTA38 – PONTIANAK, 10 SEPTEMBER 2026 — Sungai Kapuas, urat nadi utama Kalimantan Barat, mengalami penyusutan debit air secara drastis sejak awal September 2026. Dampak kemarau panjang yang melanda wilayah sungai terpanjang di Indonesi ini tidak hanya menghentikan laju transportasi sungai, tetapi juga memicu krisis air bersih yang kian meluas di pemukiman warga.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (10/09/2026), beberapa titik dangkal di sepanjang aliran sungai kini berubah menjadi daratan lumpur dan pasir. Fenomena ini menyebabkan puluhan kapal tongkang pembawa logistik, kapal motor, hingga perahu nelayan tradisional terdampar karena tidak mampu melintasi alur pelayaran yang surut hingga beberapa meter dari batas normal.

“Kami sudah tertahan di sini sejak Senin (07/09/2026). Kapal tidak bisa lewat karena risiko kandas sangat tinggi,” ujar Sugeng (45), salah seorang nakhoda kapal motor yang tertahan di wilayah Kumpai Raya.

Penyusutan aliran Kapuas ini secara langsung menghambat distribusi pasokan pangan dan bahan bakar ke wilayah pedalaman. Selain kelumpuhan sektor transportasi, Krisis Air Bersih (KAB) kini mengancam ribuan kepala keluarga di sepanjang bantaran sungai. Intrusi air laut yang semakin mendesak ke arah hulu membuat sumber air baku PDAM terkontaminasi rasa asin dan tidak layak konsumsi.

Warga setempat terpaksa mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah daerah atau membeli air tangki swasta dengan harga yang melonjak naik.

Pemerintah Daerah Kalimantan Barat bersama BPBD setempat telah menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai pertengahan minggu ini dan mendistribusikan air bersih secara berjangka ke titik-titik krisis. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta mewaspadai potensi penurunan kualitas kesehatan akibat krisis lingkungan ini.

 

 

Yuyun Iriyanti

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Gerebek Rumah Pimpinan Majelis Dzikir di Cikarang Barat Terkait Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW

11 Sep 2026 - 02:09 WIB

Warga Gerebek Rumah Pimpinan Majelis Dzikir di Cikarang Barat Terkait Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak, Lima Orang Tewas Termasuk Tenaga Kesehatan

11 Sep 2026 - 01:59 WIB

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak, Lima Orang Tewas Termasuk Tenaga Kesehatan

Tiga Orang Tewas di Jalan Kampung Mulia Papua Jaya, Aparat Lakukan Investigasi Penembakan

11 Sep 2026 - 01:56 WIB

Tiga Orang Tewas di Jalan Kampung Mulia Papua Jaya, Aparat Lakukan Investigasi Penembakan

Tepis Isu Miring Kayu Ilegal, Helpin Zebua Tegaskan Muatan Sengon Memiliki Dokumen APL Sah dan Siapkan Somasi Terhadap Media

10 Sep 2026 - 15:28 WIB

Tepis Isu Miring Kayu Ilegal, Helpin Zebua Tegaskan Muatan Sengon Memiliki Dokumen APL Sah dan Siapkan Somasi Terhadap Media

Kakankemenag KSB Sambut Hangat Guru PAI dan Guru Agama Hindu dalam Rakor dan Silaturahmi, Ini Pesannya!

10 Sep 2026 - 14:19 WIB

Kakankemenag KSB Sambut Hangat Guru PAI dan Guru Agama Hindu dalam Rakor dan Silaturahmi, Ini Pesannya!
Trending di Fakta Utama