KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Harapan Timnas Indonesia untuk menembus putaran final Piala Dunia 2026 kini tidak hanya bergantung pada performa di lapangan, namun juga pada dinamika geopolitik dan kebijakan FIFA. Munculnya isu mengenai potensi sanksi terhadap Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memberikan angin segar sekaligus spekulasi mendalam mengenai siapa yang akan mengisi slot kosong jika raksasa Timur Tengah tersebut dicoret.
Mengapa Iran Terancam?
Isu diskualifikasi Iran biasanya mencuat karena beberapa faktor krusial yang dipantau ketat oleh FIFA:
Intervensi Pemerintah: FIFA sangat mengharamkan campur tangan pemerintah dalam urusan federasi sepak bola nasional.
Pelanggaran Hak Asasi: Isu larangan perempuan masuk ke stadion yang terus berulang kerap membuat posisi Iran di ujung tanduk.
Situasi Geopolitik: Ketegangan regional yang melibatkan Iran kadang memicu desakan dari federasi negara lain agar FIFA mengambil tindakan tegas.
Dampaknya Bagi Timnas Indonesia
Jika Iran didiskualifikasi saat kualifikasi masih berjalan, FIFA memiliki beberapa opsi regulasi yang dapat menguntungkan negara-negara di grup lain atau tim dengan peringkat terbaik di bawahnya:
Re-alokasi Slot Asia: FIFA bisa memberikan jatah Iran kepada tim dengan poin tertinggi di putaran ketiga yang saat ini berada di posisi non-lolos (peringkat 3 atau 4).
Perubahan Klasemen Grup: Jika Iran berada di grup yang sama dengan pesaing langsung Indonesia (dalam skenario tertentu), penghapusan poin Iran akan mengubah drastis peta klasemen dan memperbesar peluang tim di bawahnya untuk naik ke posisi dua besar.
Jalur “Lucky Loser”: Ada kemungkinan FIFA mengadakan laga play-off khusus atau memberikan tiket otomatis kepada tim dengan performa paling impresif di babak kualifikasi luar posisi kelolosan langsung.
Tantangan Nyata di Lapangan
Meski spekulasi ini menarik, pengamat sepak bola mengingatkan bahwa Timnas Indonesia tidak boleh menggantungkan nasib pada sanksi negara lain. Fokus utama asuhan Shin Tae-yong tetaplah mengamankan poin maksimal di sisa laga Putaran Ketiga.
“Regulasi FIFA sangat kompleks. Meski ada peluang melalui jalur administrasi, kemenangan di lapangan tetap menjadi cara paling terhormat untuk lolos ke Piala Dunia,” ujar salah satu analis sepak bola nasional.
Kesimpulan
Potensi diskualifikasi Iran memang bisa menjadi “jalan pintas” bagi Indonesia. Namun, hingga saat ini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait status Iran. Skuad Garuda diharapkan tetap fokus pada persiapan fisik dan taktik untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di depan mata.














