KLIKFATKTA38 – Denpasar, 3 Febuari 2026 — Gubernur Bali menanggapi sorotan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi pantai di Bali yang dinilai kotor dan mencoreng citra pariwisata nasional. Menurut Gubernur Bali , Wayan Koster persoalan sampah di pesisir Bali tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas warga lokal, melainkan merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut dari luar wilayah Bali.
Gubernur menjelaskan bahwa setiap musim tertentu, terutama saat angin barat, arus laut membawa limbah plastik dan sampah rumah tangga dari laut lepas hingga terdampar di sejumlah pantai Bali. Fenomena ini disebut sebagai persoalan lintas wilayah yang memerlukan penanganan bersama, tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah Bali.
“Ini bukan semata-mata persoalan Bali, tetapi persoalan lingkungan regional bahkan nasional,” ujar Gubernur Bali dalam keterangannya kepada awak media, menanggapi sentilan Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyinggung kondisi pantai yang dipenuhi sampah dan meminta pemerintah daerah lebih serius menjaga kebersihan destinasi wisata unggulan Indonesia. Pernyataan tersebut menuai perhatian publik, mengingat Bali selama ini menjadi etalase pariwisata Indonesia di mata dunia.
Baca juga: Siswa SD Indonesia Raih World Star Champion di Olimpiade Matematika Internasional Thailand
Meski demikian, Gubernur Bali menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Pemerintah Provinsi Bali secara rutin mengerahkan petugas kebersihan, melibatkan masyarakat, serta bekerja sama dengan pelaku pariwisata untuk membersihkan pantai. Selain itu, Bali juga telah menerapkan kebijakan pembatasan plastik sekali pakai sebagai upaya jangka panjang mengurangi sampah.
Pemerintah Provinsi Bali berharap pemerintah pusat dapat mendorong kerja sama lintas daerah dan memperkuat pengawasan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, agar persoalan sampah laut dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.














