KLIKFAKTA38 – JAKARTA — Lonjakan permintaan masker melanda sejumlah wilayah terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Tingginya tingkat kebutuhan masyarakat untuk mengantisipasi bahaya partikel abu halus dilaporkan memicu kenaikan harga masker secara signifikan di pasar fisik maupun platform e-commerce, bahkan menembus hingga empat kali lipat dari harga normal.
Berdasarkan pantauan di pusat perbelanjaan grosir seperti Pasar Asemka dan Pasar Pramuka Jakarta, warga mendatangi lokasi sejak Minggu (6/9) hingga Senin (7/9) untuk memborong masker jenis medis, KN95, hingga N95. Masker medis isi 50 lembar yang umumnya dibanderol Rp20.000 hingga Rp25.000 per kotak, kini merangkak naik dan dijual pada kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000.
Di platform perdagangan elektronik, beberapa penjual bahkan membatalkan pesanan konsumen secara sepihak untuk memperbarui harga yang jauh lebih tinggi.
“Permintaan masuk secara bersamaan sejak sebaran abu vulkanik terdeteksi meluas. Stok pedagang eceran menipis drastis sehingga harga dari tingkat distributor juga ikut menyesuaikan,” ujar salah satu pedagang di kawasan Pasar Asemka.
Merespons lonjakan harga dan potensi kelangkaan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan dinas kesehatan daerah untuk memantau rantai pasok. Pemerintah mengimbau para produsen serta distributor agar tidak melakukan penimbunan maupun penaikan harga yang tidak wajar di tengah kondisi darurat bencana.
Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat terdampak abu vulkanik untuk tetap membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa beraktivitas di luar, warga dianjurkan memakai masker berstandar filtrasi tinggi guna mencegah gangguan saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan debu vulkanik.
Abduh Hanif MR



















