Fenomena Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Sleman, Warga Berhamburan Panik

banner 120x600

KLIKFAKTA38 – SLEMAN, Minggu 1 Febuari2026 – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikejutkan oleh fenomena hujan es yang disertai angin kencang pada Minggu siang. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba ini mengakibatkan sejumlah kerusakan pohon tumbang dan memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat.

Kronologi Kejadian

Sekitar pukul 13.30 WIB, langit di wilayah Sleman utara hingga tengah tiba-tiba menggelap. Tak lama kemudian, hujan deras turun diikuti dengan suara benturan keras di atap seng rumah warga. Ternyata, butiran es seukuran kelereng jatuh bersamaan dengan tiupan angin kencang yang memutar.

“Awalnya cuma mendung gelap banget, terus tiba-tiba ada suara klotak-klotak keras sekali di atap. Saya kira ada yang lempar batu, ternyata es. Anginnya juga kencang sampai pohon di depan rumah goyang hebat,” ujar Setiawan (42), salah satu warga Mlati, Sleman.

Dampak dan Situasi di Lapangan

Kepanikan memuncak saat angin mulai merobohkan beberapa papan reklame dan pohon peneduh di pinggir jalan utama. Para pengendara motor tampak berhamburan mencari perlindungan di bawah bangunan permanen, khawatir terkena material yang beterbangan atau tertimpa pohon.

Berikut adalah beberapa dampak sementara yang dilaporkan:

Pohon Tumbang: Terjadi di beberapa titik akses jalan menuju wilayah Seyegan dan Mlati, sempat menghambat lalu lintas.

Kerusakan Bangunan: Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat hantaman es dan dahan pohon.

Listrik Padam: Gangguan jaringan listrik terjadi di beberapa area akibat kabel yang tertimpa dahan.

Baca juga: KDM dan Deddy Corbuzier Kecewa, Nilai Sudrajat Penjual Es Gabus Berbohong dan Tak Bersyukur

Peringatan BMKG

Pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sebelumnya memang telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY. Fenomena hujan es ini umumnya dipicu oleh keberadaan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat tebal dengan puncak awan yang mencapai ketinggian titik beku.

Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD Sleman dan relawan tengah berada di lapangan untuk melakukan evakuasi pohon tumbang dan pendataan kerugian materiil. Beruntung, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini.

Warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca serupa dalam beberapa hari ke depan, terutama saat memasuki masa pancaroba.

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *