Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Bukan Hanya Takjil, Ribuan Warga Sumenep Disebut Rela Antre Sejak Siang demi Bisa Tarawih Plus Dapat Amplop Rp300 Ribu

badge-check

Menyoroti viralnya video ribuan warga Sumenep, Jawa Timur mengantre panjang untuk mendapatkan tempat tarawih di bulan Ramadan 2026. (Instagram.com/@undercover.id) Perbesar

Menyoroti viralnya video ribuan warga Sumenep, Jawa Timur mengantre panjang untuk mendapatkan tempat tarawih di bulan Ramadan 2026. (Instagram.com/@undercover.id)

Klik Fakta38 – Beredar video di media sosial (medsos) yang menyebutkan tradisi unik para warga di Sumenep, Jawa Timur dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Minggu, 22 Februari 2026, disebutkan, ribuan warga mengantre panjang demi membooking atau memastikan ketersediaan tempat di area masjid, sejak siang hari.

Hal itu, agar warga bisa melaksanakan ibadah tarawih Ramadan di tahun 2026 ini.

Baca Juga: Pelestarian Budaya Tionghoa Deli Serdang Patut Jadi Contoh Daerah Lain

“Ribuan warga Sumenep booking tempat tarawih sejak jam 2 siang,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Diketahui, antrean panjang tersebut terjadi di sekitar Musala Wakaf Abdullah, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kota, Sumenep.

Terlihat dalam video yang beredar, ruas jalan di depan masjid tampak dipenuhi warga yang hendak mengikuti salat tarawih malam pertama Ramadan.

Kepadatan jemaah bahkan meluber hingga ke badan jalan di wilayah setempat.

Baca Juga: ‎KDM Sebut Maraknya Curanmor Jadi Indikator Ekonomi: “Gubernur Gagal Jika Rakyat Masih Jadi Maling”

Usut punya usut, antusiasme warga itu bukan hanya karena momen tarawih perdana, tetapi juga berkaitan dengan pembagian zakat mal kepada jemaah berupa uang tunai Rp300 ribu per orang.

Berdasarkan informasi di lapangan, pembagian amplop Rp300 ribu itu telah secara rutin dilakukan setiap Ramadan, hingga sudah dianggap menjadi tradisi tahunan.

Zakat Mal dari Said Abdullah

Zakat mal yang dibagikan untuk warga Sumenep tersebut diketahui berasal dari politisi senior PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, yang kembali menyalurkannya kepada ribuan jemaah pada Ramadan 1447 Hijriah.

Zakat mal itu dibagikan dalam bentuk uang tunai Rp 300 ribu yang dikemas dalam amplop putih polos tanpa logo maupun gambar.

Baca Juga: Polemik MBG di Bulan Ramadan: Antara Target Nasional dan Dilema Beban Guru ‎

Dalam pembagiannya, warga perlu sabar mengantre panjang setelah melaksanakan salat tarawih.

Pada akhirnya, tradisi pembagian zakat mal tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah jemaah yang hadir sejak sore hari pada tarawih perdana Ramadan di Sumenep, Jawa Timur.

Sampai dengan Minggu, 22 Februari 2026, pukul 11.30 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 9,934 ribu pengguna Instagram.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Menemukan Kembali Kompas Moral di Tengah Kebisingan Zaman

26 Agu 2026 - 01:42 WIB

Menemukan Kembali Kompas Moral di Tengah Kebisingan Zaman

Kejari Kabupaten Tangerang Tetapkan Kepala PKBM Indonesia Negeriku Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP Rp2,5 Miliar

26 Agu 2026 - 01:39 WIB

Kejari Kabupaten Tangerang Tetapkan Kepala PKBM Indonesia Negeriku Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP Rp2,5 Miliar

Aksi Demonstrasi HMI di Balai Kota Bogor Sempat Memanas, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik dan Administrasi Setda

26 Agu 2026 - 01:35 WIB

Aksi Demonstrasi HMI di Balai Kota Bogor Sempat Memanas, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik dan Administrasi Setda

KPK Resmi Tahan Mantan Kepala Kanwil DJP Banten dan Jakarta Khusus Terkait Dugaan Gratifikasi Rp20,7 Miliar

26 Agu 2026 - 01:30 WIB

KPK Resmi Tahan Mantan Kepala Kanwil DJP Banten dan Jakarta Khusus Terkait Dugaan Gratifikasi Rp20,7 Miliar

Tes Sambung Ayat hingga Kuis Dadakan di Pembukaan MTQ VIII Korpri, Dua ASN Dapat Beasiswa S2 dan Doktor dari Prof Zudan

25 Agu 2026 - 14:45 WIB

Tes Sambung Ayat hingga Kuis Dadakan di Pembukaan MTQ VIII Korpri, Dua ASN Dapat Beasiswa S2 dan Doktor dari Prof Zudan
Trending di Fakta Utama