KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 3 September 2026 — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepa da publik atas maraknya kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumah siswa dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat menggelar konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta. Ia menegaskan bahwa pihak BGN bertanggung jawab penuh atas insiden yang terjadi dan berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai pasok dan tata kelola penyediaan makanan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para siswa, orang tua, serta masyarakat atas ketidaknyamanan dan musibah yang terjadi. Kejadian ini menjadi catatan sangat serius bagi kami,” ujar Sudaryono.
Langkah Evaluasi dan Investigasi
Menanggapi insiden tersebut, BGN bersama dinas kesehatan daerah dan pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan investigasi lapangan. Terdapat beberapa poin utama yang kini tengah dijalankan oleh BGN:
Penghentian Sementara Dapur Penyedia: Menghentikan sementara operasional satuan pelayan atau mitra penyedia makanan yang terindikasi bermasalah hingga hasil uji laboratorium keluar.
Uji Sampel Makanan: Menguji sampel makanan dan air di laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi.
Pengetatan SOP Higiene: Memperketat standar operasional prosedur (SOP) sanitasi, proses pengolahan, hingga durasi distribusi makanan dari dapur ke sekolah.
Pendampingan Korban: Memastikan seluruh biaya perawatan medis para siswa yang terdampak ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Sudaryono menjamin bahwa program MBG akan terus berjalan dengan pengawasan yang jauh lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Yuyun Iriyanti














