KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan taringnya dalam upaya bersih-bersih di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam pidato terbaru yang bernada tinggi, Presiden memberikan peringatan keras kepada mantan jajaran direksi dan komisaris BUMN yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan inefisiensi anggaran di masa lalu.
“Saya ingatkan kepada pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu, yang merasa sudah aman karena sudah tidak menjabat: jangan enak-enak kau! Rakyat sedang susah, jangan kalian berpesta di atas penderitaan negara,” tegas Presiden Prabowo di Istana Negara, Selasa [3/2].
Lampu Kuning dari Istana
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan sambal. Presiden mengonfirmasi bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung untuk mendalami sejumlah laporan keuangan BUMN yang dianggap “merah” dan mencurigakan.
Berikut adalah poin-poin utama arahan Presiden terkait audit BUMN:
Audit Investigatif: Memeriksa kembali proyek-proyek mangkrak yang menelan biaya triliunan rupiah.
Pengejaran Aset: Instruksi untuk menarik kembali aset negara yang disalahgunakan oleh oknum pejabat lama.
Zero Tolerance: Tidak ada perlindungan bagi siapapun, meskipun sudah purnatugas.
Kejaksaan Agung Mulai Bergerak
Merespons arahan tersebut, pihak Kejaksaan Agung dikabarkan telah menyiapkan tim khusus untuk menindaklanjuti data dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan BPKP.
“Siap-siap saja kalian dipanggil kejaksaan. Kalau bersih, tidak usah takut. Tapi kalau kalian makan uang rakyat, saya kejar sampai ke mana pun,” tambah Prabowo disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Langkah ini dipandang oleh para pengamat ekonomi sebagai upaya krusial untuk memperbaiki kesehatan fiskal negara. Selama ini, sejumlah BUMN sering dianggap sebagai “sapi perah” oleh oknum tertentu yang mengakibatkan kerugian negara yang masif secara sistemik.














