Menurut KSAL, keterlibatan TNI AL dalam budidaya kedelai bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan langkah nyata menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan serta penguatan ketahanan nasional.
KSAL mengmyatakan bahwa ide pengembangan kedelai bermula dari pertemuannya dengan pengelola balai penelitian dan pengembangan bioteknologi mikroba, Profesor Ali Zum Mashar, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat kegiatan ketahanan pangan di Makassar.
Selain di Serang, program ketahanan pangan TNI AL juga dilaksanakan di wilayah Lantamal VI Makassar, Sulawesi Selatan. Di Desa Punaga, Kabupaten Takalar, TNI AL mengembangkan kebun kedelai di atas lahan seluas 2.000 meter persegi serta budidaya rumput laut. Kegiatan ini juga mencakup pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat dan penanaman 1.000 bibit mangrove sebagai upaya pelestarian lingkungan di pesisir.
Melalui program ini, TNI AL berharap dapat meningkatkan produksi kedelai nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, serta memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan, pendampingan kepada petani, dan pengamanan distribusi hasil panen. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani, menstabilkan harga kedelai, dan mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Langkah TNI AL yang menunjukkan peran aktif institusi pertahanan dalam mendukung program-program strategis nasional, khususnya dalam sektor pertanian, guna mencapai kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan nasional














