MATARAM — SMK Negeri 3 Mataram terus perkuat pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) pada konsentrasi keahlian Teknik Kimia Industri agar semakin sesuai dengan proses kerja di dunia industri. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan perencanaan dan pengembangan produk serta analisis sumber daya pembelajaran TEFA, Sabtu (8/8).
Kegiatan yang berlangsung satu hari tersebut merupakan lanjutan dari agenda sebelumnya yang membahas penyusunan bahan ajar TEFA, koding, dan kecerdasan artifisial.
Pada kegiatan ini, peserta menyusun perencanaan TEFA meliputi identifikasi dan perancangan produk, analisis kompetensi dan sumber daya, hingga proses pengerjaan, penyerahan produk, dan layanan purna jual.
Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, mengatakan Teknik Kimia Industri meski masih relatif muda, telah memiliki pengalaman menerapkan TEFA melalui pendampingan mitra industri, CV. Chemika Karya. Ia berharap hasil kegiatan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi diwujudkan dalam proses dan produk nyata yang dapat menjadi contoh bagi konsentrasi keahlian lainnya.
Kegiatan diikuti oleh 11 peserta yang terdiri atas perwakilan CV. Chemika Karya, Ahmadi bersama guru kejuruan Teknik Kimia Industri dan guru Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris kelas XI.
Pendampingan mitra industri menghasilkan sejumlah perangkat TEFA, antara lain integrasi mata pelajaran, validasi Business Model Canvas (BMC), identifikasi dan perancangan produk, analisis kompetensi dan sumber daya, tujuh Standar Operasional Prosedur (SOP), rancangan pembelajaran mendalam, serta job sheet.
Dokumen tersebut akan menjadi acuan pembelajaran berbasis blok dan pelaksanaan TEFA.
Tahap selanjutnya, rancangan akan diuji melalui pembelajaran dan proses produksi yang melibatkan peserta didik. Harapannya, kegiatan ini dapat diikuti oleh Konsentrasi Keahlian lain. (Red)

















